Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Wagub Menilai SMK EXPO 2018 Dikda Sulut Harus Jadi Parameter Pendidikan

Manado, detiKawanua.com - Dibukanya kegiatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Expo 2018 yang di prakarsai Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut di Kompleks Manado Town Squar (Mantos) pada Kamis (22/11) pagi tadi yang berlangsung hingga tanggal 24 nanti (selama 3 hari). Oleh Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw menghimbau agar kegiatan tersebut efektifnya juga jika ada kompetisi melibatkan masyarakat umum serta ada sesi acara tanya jawab langsung, tidak terkesan hanya display satu arah.

"SMK Expo harus dibuatkan cluster.Seperi contoh, SMK dari Minahasa Tenggara digabung dengan Minahasa Selatan, dari Tomohon dengan Minahasa dan lihat mana yang terbaik," terang Wagub, saat sambutan sekaligus telah membuka kegiatan tingkat Provinsi Sulut itu.

“SMK expo ini menurut hemat saya jadi parameter. Jadi kalau sekarang baru 14 SMK yang ikut, nanti berikutnya harus lebih banyak lagi,” ujarnya.

Disamping itu Kandouw mewakili Gubernur Sulut (Olly Dondokambey) mengingatkan bahwa sekolah-sekolah yang ada di Sulut sekarang ini harus berbenah karena, dunia pendidikan Sulut notabenenya mulai mengalami penurunan kualitas.

“Tahun 70-80an dunia pendidkan kita tak pernah keluar lima besar. Sulut jadi roll model, bahkan dari luar pun datang sekolah di sini. Tapi tahun-tahun terakhir ini fakta mengatakan daerah lain sudah menyamai kita bahkan melewati kita. Kian hari kian berkurang anak sekolah lain datang ke sini,” bebernya.

Oleh karenanya, pada kesempatan tersebut Wagub pun menghimbau agar dunia pendidikan ini menjadi pekerjaan rumah yang besar.

“Dengan kata lain ini harus jadi pengingat kita. Paling tidak inwork looking apakah kaidah-kaidah, norma-norma, substansi pendidikan sudah betul kita hayati dengan baik terutama para guru dan kepala sekolah,” tutupnya.

Sementara itu oleh Kepala Dikda Sulut, Grace Punuh saat diwawancarai wartawan mengatakan bahwa pada tahun 2019 nanti pihaknya akan mengemas kegiatan SMK Expo serupa dengan sesuatu hal yang berbeda dan berinovasi.

“Kita pasti berbenah. Kegiatan ini diharapkan kedepan tersentuh di cabang dinas. Jangan hanya sekolah di Manado dan sekitarnya saja yang ikut,” katanya sembari menambahkan, sebenanya yang ditawarkan seluruh SMK tapi yang bersedia hanya 14.

"Yang tidak ikut itu bisa saja karena persoalan transportasi. Makanya berikut akan dibuat di cabang dinas masing-maing,” kata Punuh.

Adapun dalam kegiatan SMK EXPO 2018 itu oleh SMK menampilkan masing-masing keunggulan inovasi melalui stand yang tersedia.

(IsJo/*)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 22 November 2018 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional