Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Seleksi 160 Calon Mahasiswa Ke Taiwan, Hanya 21 Orang Bisa Nikmati CSR PT MSM dan TTN

Manado, detiKawanua.com – Mengikuti sejumlah tes terutama Bahasa Inggris dan Mandarin serta tes kesehatan menjadi syarat utama dari para calon mahasiswa yang bakal mengikuti studi ke Shoufu University Taiwan. Yang pada akhirnya dari total 160 calon hanya 21 orang yang lulus dan menikmati program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Archi Indonesia yang membawahi PT Meares Soputan Minning (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN). Dari informasi yang didapat detiKawanua.com, Jumat (09/11) pagi tadi Kantor Gubernur saat kegiatan Pelepasan Calon Mahasiswa Beasiswa Internasional Shoufu University Taiwan, yang dilepas Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw, ke 21 orang mahasiswa yang beruntung itu merupakan siswa siswi tamatan SMA/SMK yang berasal dari 26 desa/kelurahan diseputaran lingkar tambang PT MSM/PT TTN di wilayah Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung.

Wagub Kandouw pada kesempatan itu memberikan apresiasi terhadap perusahaan tambang (PT MSM dan TTN) atas kepedulian dibidang pendidikan.

“Sudah tahun ketiga ini mereka peduli terhadap lingkungan dan kehidupan sekitar tambang,” ungkapnya sembari mengatakan sudah dua tahun belakangan ini program tersebut (pendidikan) juga telah dilakukan dengan mengirim puluhan mahasiswa ke universitas di China.

"Saya harapkan semoga jejak ini diikuti perusahaan-perusahaan tambang lainnya yang beroperasi di Bumi Nyiur Melambai. Bukan cuma mengerut hasil di Sulut saja, tapi harus juga punya kepedulian yang sama seperti perusahaan ini,” singgung Kandouw.

Begitupun kepada para calon mahasiswa, oleh Wagub pun meminta untuk menggunakan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya dan fokus belajar selama berada di Taiwan.

“Konsentrasi fokus belajar di sana dan tetap andalkan Tuhan. Manfaatkan langkah positif ini, jangan main-main. Masalah pendidikan Sulut memang harus kerja keras," sambungnya.

Sementara itu, Yustinus Hari Setiawan selaku CSR Manager Community Management PT MSM/PT TTN mengatakan untuk tahun ini pihaknya mengirim hanya 21 calon mahasiswa, kurang sedikit dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kenapa hanya 21 karena ketatnya seleksi. Dari 160 yang mendaftar. Inilah yang terbaik,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa para calon mahasiswa tersebut akan kuliah sambil magang selama 4 tahun di Shoufu University Taiwan dengan jurusan Teknik Informatika, Mechanical Enginering, Business Administration, Tourism sistem program.

Hadir pada kegiatan tersbwbut diantaranya, Annggota DPR RI, Bara Hasibuan, Presiden Direktur yang diwakili Agung Praptono, Asisten II Rudy Mokoginta, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Grace Punuh, Profesor Huang When-Shen Direktur Shofu University Taiwan DR Komarudin dari YP3I Bandung serta Prof. Hui-Ling Hu International Director of Taiwan Mobile Commerce Association (TMCA).

(IsJo/*)Dari 160 Calon Mahasiswa Ke Taiwan, Hanya 21 Orang Bisa Nikmati CSR PT MSM dan TTN


Manado, detiKawanua.com – Mengikuti sejumlah tes terutama Bahasa Inggris dan Mandarin serta tes kesehatan menjadi syarat utama dari para calon mahasiswa yang bakal mengikuti studi ke Shoufu University Taiwan. Yang pada akhirnya dari total 160 calon hanya 21 orang yang lulus dan menikmati program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Archi Indonesia yang membawahi PT Meares Soputan Minning (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN). Dari informasi yang didapat detiKawanua.com, Jumat (09/11) pagi tadi Kantor Gubernur saat kegiatan Pelepasan Calon Mahasiswa Beasiswa Internasional Shoufu University Taiwan, yang dilepas Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw, ke 21 orang mahasiswa yang beruntung itu merupakan siswa siswi tamatan SMA/SMK yang berasal dari 26 desa/kelurahan diseputaran lingkar tambang PT MSM/PT TTN di wilayah Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung.

Wagub Kandouw pada kesempatan itu memberikan apresiasi terhadap perusahaan tambang (PT MSM dan TTN) atas kepedulian dibidang pendidikan.

“Sudah tahun ketiga ini mereka peduli terhadap lingkungan dan kehidupan sekitar tambang,” ungkapnya sembari mengatakan sudah dua tahun belakangan ini program tersebut (pendidikan) juga telah dilakukan dengan mengirim puluhan mahasiswa ke universitas di China.

"Saya harapkan semoga jejak ini diikuti perusahaan-perusahaan tambang lainnya yang beroperasi di Bumi Nyiur Melambai. Bukan cuma mengerut hasil di Sulut saja, tapi harus juga punya kepedulian yang sama seperti perusahaan ini,” singgung Kandouw.

Begitupun kepada para calon mahasiswa, oleh Wagub pun meminta untuk menggunakan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya dan fokus belajar selama berada di Taiwan.

“Konsentrasi fokus belajar di sana dan tetap andalkan Tuhan. Manfaatkan langkah positif ini, jangan main-main. Masalah pendidikan Sulut memang harus kerja keras," sambungnya.

Sementara itu, Yustinus Hari Setiawan selaku CSR Manager Community Management PT MSM/PT TTN mengatakan untuk tahun ini pihaknya mengirim hanya 21 calon mahasiswa, kurang sedikit dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kenapa hanya 21 karena ketatnya seleksi. Dari 160 yang mendaftar. Inilah yang terbaik,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa para calon mahasiswa tersebut akan kuliah sambil magang selama 4 tahun di Shoufu University Taiwan dengan jurusan Teknik Informatika, Mechanical Enginering, Business Administration, Tourism sistem program.

Hadir pada kegiatan tersbwbut diantaranya, Annggota DPR RI, Bara Hasibuan, Presiden Direktur yang diwakili Agung Praptono, Asisten II Rudy Mokoginta, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Grace Punuh, Profesor Huang When-Shen Direktur Shofu University Taiwan DR Komarudin dari YP3I Bandung serta Prof. Hui-Ling Hu International Director of Taiwan Mobile Commerce Association (TMCA).

(IsJo/*)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 09 November 2018 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional