Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Anak 4 Tahun Tewas Tenggelam Di Partai Amurang Ka-Bah



MINSEL, detiKawanua.com - Amurang kembali dihebohkan dengan peristiwa ditemukannya seorang anak Bernama EFRAIM WEOL ( EW ) tepatnya di Pantai KAWANGKOAN BAWAH Kecamatan AMURANG BARAT KABUPATEN MINAHASA SELATAN

Sesuai Kronologis kejadian yang di Rilis pihak Reskrim Polres MINSEL yang di teruskan ke awak media sebagai Laporan Awal yaitu  :
Pada Hari Senin Tanggal 05 November 2018 Pukul 16.00 Wita Bertempat di Pantai Kelurahan Kawangkoan Bawah Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan telah ditemukan seorang anak Bernama Efraim Weol, Umur 4 Tahun
Pada saat ditemukan Korban sudah tidak bernyawa lagi dan terapung di Pantai , ini sesuai keterangan sumber Di TKP

Korban pertama kali dilihat oleh Siswa Pelayaran Amurang ( Tidak Dikenali ) yang hendak melewati jalan dekat TKP melihat Korban yang terapung kemudian memberitahukan kepada lelaki Ance Sawotong.

Dari keterangan Sumber
Ance Sawotong, Umur 53 Tahun
pada saat berada di pinggiran pantai hendak melihat perahu tiba-tiba diberitahukan oleh siswa pelayaran yang tidak dikenal bahwa ada orang atau anak yang tenggelam.
Mendengar hal tersebut sumber langsung berlari dan mengangkat Korban selanjutnya membawah korban ke Rumah Sakit Kalooran Amurang.

Adapun keterangan dr. Yoan Manopo selaku dokter jaga pada Rumah Sakit Kalooran Amurang menerangkan bahwa pada saat sumber sementara melaksanakan jaga Sekitar Pukul 16.30 Wita masuk pasien seorang anak bernama Efraim Weol, Umur 4 Tahun, Agama Kristen, Alamat Kel. Kawangkoan Bawah Kec. Ambar.
Sumber menerangkan pada saat sampai di IGD Kondisi korban sudah meninggal dunia dan adapun hasil pemeriksaan sbb :
- Mengeluarkan cairan yang berbusa dari mulut dan hidung.
- Pupil Korban sudah lebar menandakan korban meninggal sudah lebih dari 5 menit dalam artian sebelum dilakukan tindakan di rumah sakit korban memang sudah meninggal.
- Proses Kekakuan pada tubuh Korban belum ada jadi proses kematian Korban belum lebih dari 3 ( tiga ) Jam.
- Korban terapung belum lebih dari 3 ( tiga ) Jam dikarenakan kulit Korban tepatnya pada bagian jari-jari belum keripit.
- Korban pada saat dibawah ke rumah sakit dalam keadaan basah dan berpasir
- Tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam tubuh Korban.

Penyidikan terus dilakukan lewat keterangan saksi dan olah TKP
Saat petugas ingin meminta keterangan ke orang tua Korban ,Bapak Enjel Weol dan Ibu Meiva Mondow  belum dapat dimintai keterangan.

( Vandytrisno/hpom )

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 05 November 2018 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional