Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Melalui TMMD, Komunitas Punk Menuju Peradaban Yang Normal

Rembang, detiKawanua.com - Rabu (31/10), di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, kedatangan segerombolan anak-anak Komunitas PUNK Rembang. Mereka melakukan aksi dan simpatiknya dalam rangka membantu pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan.

Dalam aksinya tersebut mereka terlihat kompak sekali dalam melakukan pekerjaan pembangunan jalan Makadam penghubung antara Desa Pasedan ke Dukuh Ngotoko, bahkan sampai rebutan dengan Satgas (Satuan Tugas) dan warga setempat yang bekerja pada saat itu.

Dansatgas TMMD Reg-103 Kodim 0720/Rembang (Letkol Andi Budi Sulistianto, S. Sos) mengatakan, mereka memang ia kumpulkan dan arahkan untuk melihat pekerjaan TMMD Reg-103 di Dukuh Ngotoko Desa Pasedan ini, dimana sebelumnya ia juga memberikan wawasan kebangsaan dan silaturahmi dengan mereka di Gedung Manunggal sebelah Makodim 0720/Rembang.

"Maksud dan tujuan saya merangkul dan menggandeng mereka adalah menerapkan jiwa kesetia kawanan mereka agar bisa diterapkan untuk bekerjasama di dalam bekerja. Sehingga mereka bisa lebih memahami arti kesetiaan kawanan itu dari segi Positif," jelasnya.

Sebenarnya, kata dia, semua orang bisa berubah, termasuk anak-anak PUNK, mereka baik bahkan amat sangat baik, sebenarnya mereka hanya butuh sedikit sentuhan dan perhatian. "Saya salut sekali dengan jiwa mereka, kekompakan senantiasa tertanam pada setiap anggotanya," tambahnya.

Menurutnya, kita dan mereka hampir sama, cuma yang membedakannya kita punya jiwa Korsa dengan kebersamaan yang terarah, sedangkan mereka mempunyai kekompakan tetapi selama ini belum terarahkan, "karena saya juga tahu bahwa anak PUNK identik dengan kebebasan," lanjutnya.

"Dalam hal ini saya, mengajak mereka dengan baik-baik dan pelan-pelan, dengan ketulusan hati dan memberikan kesempatan mereka untuk memperbaikinya dirinya sendiri, karena yang bisa merubah diri kita ya diri kita masing-masing, menurut kita baik belum tentu baik buat orang lain, demikian juga sebaliknya,"pungkasnya. (*)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 01 November 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional