Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Londo : SKPD Wajib Bertanggung Jawab Atas Pengunaan Aset Daerah

Tahuna, detikawanua.com - Sosialisasi  pembahas tentang tata cara penggunaan aset barang milik daerah, serta memperjelas tanggung jawab dan kewenangan masing-masing perangkat daerah sebagai pengguna barang harus sesuai mekanisme, giat tersebut dilaksanakan diruang rapat Pemkab Sangihe, Kamis (1/11).

Kabit Aset Badan Keuangan Cherry Londo ditemui sejumlah media selah giat yang dilaksanakan mengatakan, karena selama ini selalu menumpuk di bidang aset jika ada persoalan mengenai aset daerah, padahal tidak seperti itu.

"Seharusnya menjadi tanggung jawab pengguna barang yaitu SKPD, kami hanya mengkoordinir aset - aset  tersebut," kata Londo.

Lanjut dikatakanya, jadi sosialisani ini membahas tata cara SKPD mengajukan usulan ke Bupati untuk ditetapkan status penggunaan aset daerah sampai di keluarkan SK penetapan oleh Bupati, sehingga para SKPD akan tau penggunaan aset ini akan menjadi tanggung jawab mereka untuk mengamankan, menertibkan dan mengawasi aset daerah yang ada di lingkungannya.

"Mekanismenya Para peminjam aset harus mengajukan usulan melalui kepada dinas badan, tidak harus langsung ke Bupati. Jadi Kepala dinas yang akan mengajukan permohonan ke Bupati disertai dengan alasan dan pertimbangan," ujar Londo 

Ia berharap, muda-mudahan SKPD dapat memahami bagaimana tata cara penggunaan aset daerah dengan benar dan dapat bertanggung jawab sesuai aturan yang diberlakukan. 

Ditanya perihal pembangunan asrama mahasiwa sangihe di UNIMA, Ia menyebutkan, permasalahan yang ada karena pengadaan lahan. sekarang ini sudah tidak seperti dulu untuk mengurus tanah harus dinilani oleh tim independen, sedangkan tim independen tidak ada di Manado, paling dekat  berada di Makasar.

"Tapi permasalahan ini sudah teratasi, sekarang sudah dalam tahap pembayaran, tadinya untuk pembayaran tanah sebesar Rp 2,8Miliar dengan ukuran 1 hektar lebih .Tapi setelah ada penjajakan dan beriring berjalannya waktu tidak jadi membeli tanah tersebut, dan mendapat tanah yang jauh lebih murah Rp.600juta walaupun ukurannya lebih kecil," kunci Londo. (js)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 02 November 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional