Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Kurun Waktu Juli-Oktober 2018, Polda Sulut Ungkap Kasus Curanmor dan Pemalsuan Surat Kendaraan

Kapolda Sulut saat konfrensi pers. /ist

Manado, detiKawanua.com - Dalam kurun waktu bulan Juli hingga Oktober 2018, Tim Lapangan Ranmor Direktorat Reskrimum Polda Sulut yang dipimpin AKP Rivo Malonda, berhasil mengungkap dan melakukan penangkapan terhadap kelompok pelaku penggelapan dan pemalsuan surat kendaraan bermotor (STNK) roda empat di wilayah Sulut.

Walhasil, Sebanyak 14 tersangka berhasil diamankan dari beberapa lokasi berbeda

Hal ini di sampaikan oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Drs. Bambang Waskito, saat Konferensi Pers didampingi Dir Reskrimum Kombes Pol Hari Sarwono dan Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo, di Lobi lantai 1 Mapolda, Kamis (8/11/2018).

Dalam konferensi pers yang dihadiri juga para korban curanmor, Kapolda Sulut sangat menyayangkan ada anggota Polri yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Disini ada empat anggota saya yang terlibat, ini akan saya tindak dengan tegas. Harusnya melindungi melakukan penegakkan hukum, justru malah sebaliknya terlibat di dalam hal-hal seperti ini. Kalau memang unsurnya cukup, saya pecat. Ya ini pelajaran untuk semuanya," ujar Kapolda.

Adapun keempat belas tersangka tersebut, yaitu: RM alias Rendy (29) warga Toruakat Dumoga, ML alias Melki (42) warga Tanjung Batu Manado, RG alias Retno (31) warga Desa Pusian Dumoga, HJ alias Hen (30) warga Kelurahan Bitung Amurang, RK alias Ricky (30) warga Desa Tumpaan, MP alias Rina (48) warga Singkil Manado, JM alias Jul (31) warga Kotamobagu, SM alias Ser (41) warga Kotamobagu, GM alias Gito (30) warga Kotamobagu, HK alias Heldy (41) warga Moat Boltim, MM alias Marthen (32) warga Toruakat Dumoga, HI alias Hengky (43) warga Gorontalo, HM alias Hamdan (50) warga Kotamobagu, TA alias Taufiq.

Adapun kronologis penangkapan pelaku, yakni lima tersangka yaitu RM, ML, RG, HJ dan RK ditangkap petugas saat sedang melakukan transaksi di depan RM City Ekstra Malalayang Manado pada 12 Juli 2018.

Pada penagkapan tersebut  petugas menemukan 2 buah mobil, setelah dicek ternyata STNK palsu. Modusnya merubah STNK dan TNKB.

Selanjutnya, Pada tanggal 13 Agustus 2018, Polisi menangkap perempuan MP alias Rina di Kota Cirebon. Tim kemudian melakukan pengembangan dan kembali berhasil menangkap tersangka lainnya. JM ditangkap di Kotamobagu pada tanggal 20 September 2018.

Tidak sampai di situ, Tim juga melakukan pengembangan terhadap pembuatan STNK palsu dan menangkap beberapa tersangka pada tanggal 20 Agustus 2018, yaitu SM, GM dan HD. Ketiganya ditangkap di Kotamobagu. Pada tanggal 13 September, Tim menangkap lelaki MM di Kotamobagu dan lelaki HI ditangkap di Gorontalo.

Selanjutnya pada tanggal 25 Oktober 2018, Tim melakukan penangkapan terhadap lelaki HD dan lelaki TA, yang juga terlibat dalam pembuatan STNK dengan data kendaraan yang dipalsukan.


Adapun barang bukti saat ini yang disita yaitu 18 (delapan belas) unit kendaraan roda empat, 4 (empat) lembar STNK palsu kendaraan roda empat, 1 (satu) lembar STNK asli kendaraan roda empat, 2 (dua) lembar pajak palsu ranmor roda empat, dan 1 (satu) lembar pajak asli ranmor roda empat

Saat ini berkas ketujuh tersangka yaitu, MP, SM, RM, RG, ML, HJ dan RK bersama barang bukti sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sulut (Tahap II).

Untuk para tersangka GM, HD, MM dan HI, berkas perkaranya sampai saat ini sudah tahap I di Kejaksaan Tinggi Sulut. Sedangkan lelaki JM, HN dan TA sementara dalam tahap pemberkasan.

Dengan adanya pengungkapan dan penangkapan curanmor yang selanjutnya memalsukan surat-suratnya Kapolda mengimbau kepada seluruh masyarakat di Sulawesi Utara, apabila mau melakukan transaksi kendaraan, agar melakukan pengecekan keabsahan surat-surat ke Polri,

"Sebelum membeli kendaraan harus di cek kelengkapan suratnya apakah surat-surat tersebut asli atau tidak, curian atau tidak," imbau Kapolda Sulut.


Salah satu korban penggelapan kendaraan bermotor, Bernard Saroinsong (54) warga Ranotana Lingkungan 4 Manado, sangat bersyukur mobil Fortuner VRZ miliknya berhasil ditemukan oleh Polisi.

Hal itu diucapkannya saat di berikan kesempatan untuk menyampaikan sesuatu di konfrensi pers tersebut

"Saya sangat berterima kasih kepada Kepolisian, dan mengapresiasi kinerja Polda Sulut. Semoga Tuhan selalu membuka jalan memberkati bapak Kapolda dan jajaran," ucapnya.

Di hadapan media ia menjelaskan, mobilnya hilang sejak 1 Mei 2017, plat nomornya sudah diganti. Modusnya, kata Bernard, dipinjam untuk dipakai KPK, tapi ternyata disikat para sindikat dengan merubah plat nomor dan STNK.

"Selama 1 tahun 4 bulan kami berusaha cari sampai di Makassar, Palu dan Gorontalo, ternyata dapat di Bolmong," ujarnya dengan wajah yang gembira.

(Rul)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 08 November 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional