Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
PratinjauPratinjau

Angkat Tema Rukun, Ragam, Sepadan, ICRS-British Council Adakan Lokakarya Agama dan Keberagaman di Manado

Suasana saat lokakarya.

Manado, detiKawanua.com - Indonesia Consortium For Religious Studies (ICRS) yang bekerja sama dengan British Council, mengadakan lokakarya 'Pengayaan Wacana Agama dan Keberagaman', bertempat di ruang serbaguna Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (22/11/2018).

Acara yang mengangkat tema "Rukun, Ragam, Sepadan ini, difasislitasi juga oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dan Kementerian Agama RI

Dr Leonard Epafras selaku Pimpinan Program ICRS mengatakan, tujuan dari acara ini adalah memperkuat dan memperkaya kesadaran, nilai-nilai keterbukaan, pengertian, toleransi, dan interaksi di antara komunitas keagamaan.

"Ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas dan menciptakan ruang belajar bersama pemerintah, akademisi, dan elemen-elemen masyarakat lokal untuk membangun agenda-agenda keadilan sosial, sehingga dapat menjadi penyokong pembaruan kebijakan, dalam rangka menjamin keselarasan hubungan antar manusia. Dan ini memanfaatkan keberagaman sebagai aset dalam memperkuat persatuan dan membangun bersama, menuju bangsa Indonesia yang lebih baik tanpa diskriminasi, dan saling menghargai," ujarnya.

Ia melanjutkan, bahwa ICRS adalah konsorsium dari tiga universitas di Yogyakarta, yaitu Universitas Gajahmada, Universitas Negeri Sunan Kalijaga, dan Universitas Kristen Duta Wacana, yang menyelenggarakan kajian antaragama dan isu-isu sosial budaya yang berkaitan dengan agama yang  menyelenggarakan acara yang sama di tiga kota di Indonesia, yakni Medan, Manado, dan Ambon, dan melibatkan orang lokal menjadi panitianya, selain mengetahui dinamika daerahnya. Agar supaya juga bisa memperluas kerjasama dan pergaulan.

"Acara ini melibatkan 60 peserta yang terdiri dari penyuluh agama, guru agama, aktivis kepemudaan, perwakilan-perwakilan lembaga pemerintah, lembaga keagamaan, dan forum kerukunan umat beragama," jelasnya.

Saat membuka acara tersebut, Kakanwil Kemenag Sulut DR H Abdul Rasyid MAg mengatakan, bahwa acara ini sejalan dengan arahan bapak Menteri Agama, bahwa Kementerian Agama menjadi garda terdepan dan menjadi pelopor dalam gerakan moderasi keagamaan.

"Ini menjadi tugas kita bersama. Semoga suasana damai yang kita bangun ini akan tetap terjaga, terlebih di Sulawesi Utara," ujarnya. 

Untuk diketahui acara tersebut juga dihadiri oleh DR Sekar Ayu Aryani dan Ida Fitri Astuti dari ICRS, serta Ambarizky dari British Council.

(Rul)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 22 November 2018 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional