Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Gerakan KOPRA Jilid II Desak Pemprov Sulut Hingga Tanggal 10 Desember ini Naikkan Harga Kopra

Manado, detiKawanua.com - Gerakan Kolektiv Perjuangan Rakyat (KOPRA) Sulawesi Utara, gabungan para organisasi-organisasi mahasiswa seperti, PMII, LMND, HMI, GMKI dan sejumlah organisasi lainnya, pada Kamis (29/11) siang tadi mendatangi halaman kantor Gubernur Sulut. Pantauan media sekitar ratusan gabungan mahasiswa itu menuntut adanya solusi secepatnya dari pemerintah agar menyelesaikan permasaalahan anjloknya harga kopra pada beberapa bulan terakhir ini yang dampaknya sangat terasa bagi para petani kelapan. Tidak hanya itu, para mahasiswa mendesak Pemprov Sulut agar selambat-lambatnya pada tanggal 10 Desember kembali menaikan harga kopra di Sulut dan harus ada kesepakatan bersama antara mahasiswa dan pemerintah.

Namun disamping itu dalam orasi mereka (mahasiswa) mengakui secara data yang telah dipaparkan pihak Pemprov Sulut bahwa tingkat perekonomian dan kemiskinan baik, tapi disisi lain harga BBM naik dan harga kepala kopra menurun segingga menjadi permasalahan bersama.

Menerima dan menanggapi aksi tersebut, oleh Assisten II Setdaprov Sulut, Rudi Mokoginta dalam penyampaiannya bahwa, melalui sejumlah inovasi gubernur (Olly Dondokambey) telah membuka ekspor kelapa biji dalam rangka menaikan harga, membagikan alat mesin pembuat minyak kelapa dan membantu tempat produksi, mendorong pihak pertamina agar membeli bahan kopra, menjalin kerjasama bersama pihak Belanda oleh gubernur sebagai negara produksi minyak kelapa yang dihadiri oleh Wakil Gubernur (Steven Kandouw).

Sementara itu, Kepala Biro SDA dan Ekonomi Sulut, Frangky Manumpil, tingkat perekonomian cukup baik, tingkat kemisikinan menurun, juga adanya penurunan tingkat pengangguran, dan inflasi Sulut terbaik rangking I.

"Juga oleh pemerintah melakukan pemantauan melalui tim terpadu inflasi menjaga harga tetap stabil tidak mahal, begitupun dengan daerah kepulauan kita melakukan pemantaua," terang Manumpil saat mendampingi Asisten II.

Hingga berita ini turun pukul 13.55 Wita,  aksi tersebut masih berlangsung aman dan masih ada berdatangan sekelompok mahasiswa lainnya berrgabung di halaman kantor gubernur. Adapun diketahui harga kopra sekarang berada diangka sekitar Rp. 3.000an. 

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 29 November 2018

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional