Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

DIDUGA DIKEBIRI , LOKOY : " HARUS TRANSPARAN POTONGAN GAJI HONORER PETUGAS PERSAMPAHAN ".


MINSEL, detikawanua.com - Miris.. Dan sangat tidak manusiawi , pasalnya para Honor Petugas Kebersihan kabupaten Minsel yang awalnya mengharapkan ada ketambahan gaji Petugas Kebersihan dari Rp 1,800,000 justru sebaliknya hanya Rp. 1.550.000 membuat para pekerja terbebani bahkan dari informasi yang diterima media ini potongan yang awalnya seragam Rp . 250.000 ternyata ada yang lebih dari itu dengan kata lain tidak sampai Rp 1 juta disebabkan karena tidak masuk kerja atau malas sesuai penilaian Atasan di bidang persampahan

Kebijakan potongan gaji Petugas Sampah yang sering di istilahkan " Pasukan Kuning " ini memukul telak keluarga-keluarga para pekerja sampah apalagi anak-anak yang masih sekolah dan mengharapkan hasil sebagai Pekerja sampah

Informasi dari beberapa Petugas sampah di kabupaten Minsel menuturkan Kebijakan Pemotongan Gaji Pasukan Kuning terkesan dipaksakan karena menurut mereka potongan itu tidak perna di sosialisasikan oleh Dinas PU dan Persampahan Kabupaten Minsel dan tidak beralasan karena kok ada ketambahan Petugas sampah antara bulan April - Mei

" torang pe gaji da potong Rp. 250.000 ditambah lagi potongan lain kalau tidak masuk kerja tapi inikan tanpa sosialisasi atau pemberitahuan sebelumnya justru kami mengharapkan ada kenaikan gaji yang ada potongan karena anggaran tidak cukup , jelas Para Pekerja sampah

Tokoh masyarakat Minsel, Karel Hendrik Lakoy ( KHL ) dengan tegas menyatakan Petugas Sampah memang pekerjaan yang hina tapi sangat mulia karena berkaitan dengan kesehatan dan kenyamanan lingkungan , kalau memang ada pemotongan apa dasarnya , Kadis PU dan Kabid Persampahan harus bertanggung jawab kalau memang ada potongan tanpa kajian matang dan diduga kadis PU dan kabid Persampahan sengaja Kebiri Gaji Honorer Petugas Sampah

" Kadis PU dan Kabid Persampahan harus punya alasan tepat karena mendengar penjelasan para Honor petugas sampah ternyata ada penambahan petugas sampai 20 orang yang sebelumnya hanya 65 orang sekarang 85 orang maka alasan potongan gaji itu tidak berdasar dan tanpa sosialisasi sebelumnya dan petugas sampah dipaksa harus tanda tangani gaji yang diberikan padahal sudah dipotong Rp 250.000 maka Kadis PU dan Kabid Persampahan harus bertanggung jawab. Jangan -jangan sengaja dikebiri untuk pribadi. Ketus Lakoy

Saat bertandang ke Dinas PU dan Persampahan , Kabid Persampahan tidak berada ditempat tapi menurut staf Kabid yang juga Sekretaris Dinas PU Minsel sedang Tugas luar.

Sebelumnya informasi yang di terima media ini para Honorer Petugas Sampah di kabupaten Minsel mengeluh dengan Nasibnya akibat gaji yang di dapat selama 3 bulan di potong masing-masing Rp.250 ribu per Bulan dan ada juga potongan lainnya.
( Vandytrisno )

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 22 November 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional