Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Dianggap Lalai , Balai Jalan Provinsi SULUT Dituntut Harus Bertanggung Jawab



MINSEL, detiKawanua.com - Tindahkan Positif dilakukan oleh seorang wartawan biro Minahasa Selatan ,melihat insiden kecelakaan tunggal di ruas jalan Trans Sulawesi Depan Sekolah SMA N 1 Amurang spontan Victor Ratumbanua yang akrab di sapa Bang Vic langsung turun ke selokan dengan kedalaman kurang lebih 2 meter

Kejadian yang terjadi sangat cepat ini mendadak di kerumuni masyarakat yang ingin melihat kejadian tersebut. Namun apa dikata beberapa masyarakat yang melihat kejadian ini justru terpanah pada sosok laki-laki yang turun di gorong-gorong tersebut siapa lagi kalau bukan Wartawan Koran Harian Komentar , dengan cepat Bang Vic langsung turun menolong korban yang masuk bersama motor yang dikendarainya

Dari informasi Bang Victor Komentar diketahui  Kejadian sekitar pukul 18.30...motor bebek berboncengan dari arah Ranomea menuju pusat kota Amurang dengan kecepatan tinggi motor tersebut tak bisa melihat tanda larangan sangking cepatnya padahal sedang ada pekerjaan jalan / Gorong-gorong

" motor lari laju saat di lubang galian tidak sempat mengendalikan kendaraan langsung terjun bebas ke dalam gorong-gorong , namun teman yang berboncengan sempat lompat sehingga tidak mengalami cedera sedangkan pengendarah masuk bersama kendaraannya ke selokan yang terisi genangan air " jelas Bang Vic

Menurutnya korban diperkirakan mengalami luka serius karena terlihat mengeluarkan darah dari mulut dan saat itu korban sudah dibawa ke RS

" coba jo konfirmasi ke lantas for identitas korban dll " ajak Bang Vic

Dari Peristiwa ini banyak masyarakat justru mempertanyakan kinerja pihak Balai Jalan Provinsi yang seakan cuek dengan pekerjaan Gorong-gorong ini apalagi menurut Roly Makauli salah satu Kabid di Bappeda Minsel pada Akun resmi miliknya mengecam tindahkan pandang enteng Balai Jalan Provinsi SULUT apalagi soal tanda larangan Ada tapi tidak jelas karena lampu jalan di sekitar lokasi tidak hidup

" Saya kira tanda larangan juga cuma setengah...intinya disini pekerjaan pembuatan gorong-gorong terlalu lama (lebih dari dua bulan), rambu-rambu jalan minim plus lampu padam (sudah lama)...pengendara juga banyak kurang hati- hati Akibat Kelalaian ini menjadi kerugian dan buruk bagi pengguna jalan .... Balai Jalan harus bertanggung jawab ...." jelas Roly

Dari keterangan masyarakat sekitar TKP kecelakaan sudah sering terjadi kurang lebih 5 kali kejadian untung tidak ada korban jiwa alias mati.
Menurut Ketua GMPK Jhony Senduk pengguna jalan yang menjadi korban dapat ajukan keberatan apabila ada kelalaian dari Balai Jalan Provinsi.
( Vandytrisno )

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 25 November 2018 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional