Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Darurat Harga Kelapa, Langkah OD-SK Hingga Jangka Panjang Nanti Bagi Sulut

Manado, detiKawanua.com - Gubernur Sulut, Olly Dondokambey merancang program jangka panjang untuk mengatasi anjloknya harga kopra dengan mengembangkan industri minyak goreng kelapa skala kelompok tani yang diimbangi dengan bantuan sebanyak 12 unit mesin produksi industri minyak kelapa di tahun 2018 ini yanb dua diantaranya termasuk bantuan tempat (semacam pabrik kecil) pengolahan kelapa.

Tidak hanya sampai disitu, oleh gubernur juga memastikan nantinya pada tahun 2019 mendatang, program bantuan Pemprov Sulut serupa terus berkelanjutan bahkan dengan jumlah yang lebih banyak atau penambahan 23 unit mesin beserta tempat pengolahan kelapa, dengan total nilai sebesar  7 Milliar Rupiah.

“Mesin produksi ini nantinya bakal menghasilkan minyak goreng yang6 berkualitas baik dan tidak 'bau tengik' sehingga bisa diserap pasar,” kata gubernur, Senin (26/11).

Lanjutnya bahwa, pemerintah juga dapat membuat regulasi dalam rangka meningkatkan penghasilan petani kelapa di Sulut, akan tetapi produk minyak kelapa yang dihasilkan nanti berhasil dan bebas dari bau.

“Mutu minyak kelapa harus ditingkatkan kemudian pemerintah buat regulasi. Mesin produksi ini juga dibagikan khusus bagi para kelompok tani karena minyak kelapa tidak bisa diproduksi secara massal untuk menghindari bau yang tidak enak, yang oleh karena itu harus diproduksi terbatas," jelasnya sembari mengatakan bahwa hal lain juga untuk meningkatkan nilai jual produk turunan dari kelapa, dengan mengadakan pertemuan yang diikuti seluruh daerah penghasil kelapa di Indonesia.

“Pemerintah sudah melakukan pertemuan di Sulawesi Utara yang diikuti seluruh propinsi dan kabupaten penghasil kelapa dengan asosiasi
pengusaha kelapa se Indonesia yang dihadiri juga asosiasi kelapa internasional,” ujar gubernur.

Adapun oleh pemerintah pusat, telah mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan nilai jual kelapa dan sawit dengan mengolahnya menjadi bahan bakar pada tahun depan.

“Presiden Jokowi sudah merespon dengan kebijakan minyak nabati dibuat Solar B20 untuk Tahun Anggaran 2019,” pungkas Gubernur Sulut ini.

Menariknya, Dondokambey juga menerangkan adanya kerjasama Pemprov Sulut, Balit Palma dan LIPI untuk menghasilkan bibit kelapa dengan membangun laboratorium kelapa. Ini akan menopang lahirnya industri kelapa terpadu yang menarik minat para investor ke Sulut.

“Peningkatan kualitas tanaman kelapa terus dilakukan. Saat ini Pemprov Sulut, Balit Palma dan LIPI sedang membangun laboratorium kelapa di Mapanget,” tutup Dondokambey.

Seperti ini ringkasan perjuangan Pemprov Sulut dibawah kepemimpinan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK):

1. Sudah melakukan pertemuan seluruh propinsi dan kabupaten penghasil kelapa dengan asosiasi pengusaha kelapa se-Indonesia di Sulut selama 5 hari di hadiri juga asosiasi kelapa Internasional.

2. Presiden Joko Widodo sdh merespon dgn kebijakan Minyak Nabati ( Sawit dan Kelapa) dibuat Solar B20 untuk Tahun Anggaran 2019

3. Sulut akan galakan kembali pengunaan minyak kelapa untuk minyak goreng.

4. Pemerintahan OD-SK sudah mengajak investor untuk industri kelapa terpadu di Sulut

5. Pemerintah dan Balitka bekerjasama dengan LIPI membangun Laboratorium Kelapa di Mapanget.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 27 November 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional