Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Proyek Awal GREEN HOUSE " Makan Korban ", Upah Dinanti Kontraktor " Tumingkas"

Foto : model Green House Lama

MINSEL, detiKawanua.com - Babak Baru simpang siurnya pengerjaan proyek Green House ( GH ) Tahap awal di Kabupaten Minsel kembali mencuak dari Pengerjaan dengan kategori Mubasir sampai dengan Belum di bayarnya upah para pekerja ditambahlagi tidak becusnya cara kerja kontraktor utama yang disebut-sebut memakai jurus lari pun belum selesai juga sampai hari ini.

Hal ini menjadi keluhan para pekerja borongan proyek GH awal di Minsel dengan bandrol  Miliaran Rupiah hanya dengan 20 unit GH yang rencana awal 60 unit GH akhirnya para pekerja yang di rugikan sebut saja Bapak Noldy Kapoh, sesuai pengakuannya Pekerjaan yang dikerjakan sudah selesai dengan spesifikasi pekerjaan yang di minta, dilakukan dan borongan kerja pada pekerjaan tersebut bukan hanya Green House tapi juga Pagar RSUD Minsel, jika di kalkulasi hampir 100 juta yang belum di bayarkan padahal dirinya sudah mengambil kebijakan sesuai petunjuk Pihak Kontraktor untuk tanggulangi upah pekerja lainnya dengan pinjaman

" saya sebagai pekerja borongan pada spesifikasi kerja tertentu baik di Green House maupun Pagar RSUD yang sudah selesai sesuai kontrak kerja dan kami sementara menanti upah yang harusnya dibayarkan bulan April sampai sekarang belum kunjung di cairkan bahkan sudah lapor ke Polres Minsel tapi tidak digubris. " jelas Noldy

Mantan Kadis Pertanian beberapa waktu lalu saat masih menjabat Kepala Dinas pun sudah mengakui ada sebagian upah pekerja yang belum di bayarkan tapi itu dari Kontraktor bukan dari Dinas tanggung jawabnya , itupun menurut Frans Tilaar itu sudah masuk pendampingan TP4D

Kadis Pertanian Frangky Pasla Mengakui dirinya tidak ingin jawab kalau bukan kewengannya karena itu sudah berlalu dan sekarang sudah dilanjutkan dengan anggaran sisa dengan kontraktor yang baru dan pekerjaan Bor air di 60 unit itu hanya kebijakan saja

Sebelumnya Pengerjaan Green House oleh CV Amurang Makmur Sejaktra ( bapak Gerald )  tidak selesai dan mubasir pada awal januari lalu dan akhirnya beberapa anggota dewan pun mengakui anggaran dan Juknis pengerjaan GH sebenarnya tidak perna di bahas di tingkat komisi dan ini hanya rekayasa anggaran alias inprosedural atau tidak sesuai mekanisme penetapan anggaran.
( Vandytrisno )

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 01 November 2018 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional