Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Aklamasi, Sofyan Nakhodai BPW KKSS Sulut

M Sofyan, Ketua BPW KKSS Sulut Terpilih (berpeci). /ist

Manado, detiKawanua.com - Setelah melewati proses yang alot dan panjang, akhirnya Muh Sofyan terpilih secara aklamasi untuk memimpin Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Sulawesi Utara (Sulut) untuk 5 tahun ke depan.

"Secara legal formal, Muswil dengan agenda pemilihan Ketua BPW KKSS Sulut tetap dilajutkan karena masih kuorum. Dan hasil pemilihan, Muh Sofyan terpilih sebagai Ketua BPW KKSS Sulut yang baru, masa bakti 2018-2023," ujar Wakil Sekjen Badan Pengurus Pusat (BPP) KKSS Muslimin Mawi, Sabtu (21/10/2018).

Mawi menjelaskan, meski sempat terjadi deadlock, namun penyelenggaraan Muswil IX KKSS Sulut di Hotel Peninsula Manado, yang juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi BPP KKSS DR Hj Andi Djamarro Dullang, bisa berlangsung dengan baik.

"Saya mengapresiasi dan merasa bangga dengan penyelenggaraan Muswil IX KKSS Sulut ini. Namun sayang, kebanggaan itu sedikit tercederai dengan tindakan tindakan yang seyogyanya tak perlu dilakukan," jelas Wasekjen BPP KKSS.

Menurutnya, “aksi keluar ruangan” dan meninggalkan sidang pemilihan tanpa pamit dari salah satu kandidat ketua dan pendukungnya, sempat menunda jalannya sidang pemilihan. Padahal, proses pemilihan sementara berlangsung.

"Sebenarnya tak ada masalah, itu adalah bagian dari dinamika organisasi, sehingga Muswil tetap bisa berjalan sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan. Jadi saat itu, ada anggota yang ingin mengklarifikasi hasil dari pemungutan suara pada putaran pertama kepada pimpinan sidang, dan juga merupakan hak mereka untuk bertanya. Akan tetapi, salah satu kandidat ketua dan pendukungnya langsung keluar ruangan dan meninggalkan tempat Muswil berlangsung," paparya.

Yang juga disayangkan, Ketua BPW KKSS Sulut yang lama (Deminsioner) yang adalah penanggungjawab pelaksanaan Muswil ikut keluar ruangan, padahal pelaksanaan Muswil belum berakhir.

"Walapun statusnya demisioner, namun tanggung jawab dalam pelaksanaan musyawarah, masih melekat pada dirinya. Secara organisasi, tanggung jawab sebagai ketua lama sudah berakhir, namun tanggung jawab terhadap pelaksanaan Muswil itu belum berakhir, karena Muswil sedang berjalan," pungkasnya. ***

(Indra)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Minggu, 21 Oktober 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional