Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Soal Kelangkaan Gas LPG 3 Kg Bersubsidi Di Sulut, Pertamina Dinilai Bertanggung Jawab

Manado, detiKawanua.com - Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (Sidak) akan penggunaan gas LPG bersubsidi 3 Kg (Tabung Melon) dari Tim Terpadu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut diantaranya Dinas Perindag Daerah Sulut, Biro Perekonomian dan SDA Setdaprov Sulut, Bank Indonesia (BI), Satpol PP Daerah Sulut bersama LPG Pertamina SulutGo pada Jumat lalu di sejumlah tempat usaha rumah makan/restoran di Wilayah Manado, oleh tim dilapangan menemukan adanya penyalahgunaan peruntukan gas bersubsidi (3 Kg) yang seharusnya untuk masyarakat pra sejahtera/rumah tangga namun banyak digunakan di tempat usaha-usaha bisnis tersebut (secara aturan tidak dibenarkan).

Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setdaprov Sulut, Franky Manumpil saat dikonfirmasi wartawan, Senin (15/10) tadi di Kantor Gubernur mengatakan bahwa untuk pemberian tindakan tegas terhadap oknum-oknum penyalahgunaan gas LPG 3 Kg tersebut itu adalah kewenangan dari pihak Pertamina berupa pencabutan izin distribusi bagi pangkalan yang terbukti menyuplai gas bersubsidi tersebut.

Namun, disisi lain diungkapkannya bahwa dalam kegiatan sidak saat Jumat lalu itu oleh tim langsung mengambil gas LPG 3 Kg yang ditemukan dilokasi tempat usaha dan menukar dengan tabung 5,5 Kg (non-Subsidi).

"Jadi saat itu kami selain memberikan pemahaman akan berbagai permasalahan masyarakat (tentang penggunaan LPG 3 Kg) juga memberikan solusinya," ungkap Manumpil sembari memgatakan bahwa sidak kali itu bukan hanya sekedar sidak namun memberikan pembinaan bahwa LPG bersubsidi itu diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan dibawah 1,5 juta per bulan.

Lanjut Manumpil memberikan himbauan kepada masyarakat yang kalangan mampu untuk kebutuhan sehari-hari agar menggunakan LPG yang berukuran 5,5 Kg. Dimana permasaalahan LPG tersebut mendapat penilaian langsung dari masyarakat dan dimonitoring pihak Pertamina.

“Kami sudah melakukan rapat dengan pihak pangkalan serta agen-agen, dan ternyata di Manado terjadi over kuota.  Setelah kita melakukan sidak ternyata di setiap rumah makan itu ada (gas LPG 3 Kg," tandasnya.

Diketahui pelaksanaan sidak oleh tim terpadu itu dikarenakan sudah banyak terdapat informasi disejumlah Kabupaten Kota di Sulut bahwa khusus gal LPG 3 Kg bersubsidi mengalami kelangkaan yang mengakibatkan keresahan masyarakat berpenghasilan dibawah rata-rata.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Senin, 15 Oktober 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional