Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Kata Gubernur Olly Soal Insiden Habib Smith dan Hanif Datang Ke Manado Seperti Ini Jelasnya

Manado, detiKawanua.com - Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dalam keterangan persnya kepada wartawan, Rabu (17/10) di Lobi Kantor Gubernur mengatakan bahwa, insiden penolakan kedatangan Habib Bahar Bin Smith dan Habib Hanif Al-Athas di Manado pada Senin (15/10) malam hingga Selasa (16/10) dini hari lalu oleh sejumlah Ormas di Sulawesi Utara, itu dikarenakan adanya miss komunikasi.

"Semua sudah kondusif, Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB) dan Ormas sudah datang, puji Tuhan semua berjalan dengan baik, sehingga tidak terjadi apa-apa," terang Gubernur.

Oleh karenanya untuk kedepan nanti dalam mencegah hal-hal seperti itu tidak terjadi kesalahpahaman lagi agar terlebih dahulu dibicarakan dengan BKSUA sehingga tidak ada salah pengertian.

"Masyarakat Sulut hanya tidak ingin adanya kegiatan yang memprovokasi. Sehingga adanya perpecahan di Sulut, untuk itu saya selaku pemerintah provinsi menghimbau agar seluruh masyarakat turut menjaga keamanan di Sulut," ujar Olly sembari mengingatkan bahwa keamanan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi semua lapisan elemen masyarakat juga harus turut menjaga keamanan karena masyarakat yang berada dilapangan.

'"Namun berkat adanya pengamanan dari pihak Kepolisian dan TNI juga sehingga kondisi kembali kondusif," tandas Gubernur.

Dugaan Ada Mainan Politik Atas Insiden Kedatangan Habib ?

Staf khusus Gubernur Sulut, Pdt Lucky Rumopa mengatakan bahwa insiden penolakan ormas terhadap kedatangan Habib Bahar Bin Smith tersebut terindikasi ada muatan politik. Dimana sebelum adanya peringatan 7 tahun wafatnya ayah Habib Bahar, Habib Bahar Bin Smith seminggu sebelumnya juga sudah pernah datang di Sulut - Manado (Alamat Karame Wawonasa).

"Artinya kami tidak pernah menolak habib datang. Di Sulut juga pernah ada penolakan ajaran kristen yang radikalisme. Jadi jangankan umat muslim di kristinani juga pernah menolak tokoh radikalis yang coba bicara yang masuk daftar pendeta yang tidak dibolehkan berkhotbah dan termasuk garis keras yang mengajak umat kristen untuk tidak menghormati Bendera Merah Putih dan itu ditolak keras umat kristiani," terang Rumopa sembari menambahkan penolakan terjadi merupakan spontan masyarakat karena tidak menginginkan Sulut di cemari dengan sikap radikalisme.

Diketahui kedatangan Habib Bahar Bin Smith dan Habib Hanif Al-Athas ke Manado dari informasi yang diterima pihak Pemerintah Provinsi Sulut, untuk menghadiri Tabligh Akbar sekaligus peringatan 7 Tahun wafatnya ayah dari Habib Smith yang sekaligus dirangkaikan dengan Doa Bersama Untuk Palu dan Donggala yang terkena musibah bencana.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Rabu, 17 Oktober 2018 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional