Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
PratinjauPratinjau

FMIPA Unsrat Sosialisasi Satwa Endemik Sulawesi ke Siswa Sekolah Menengah di Manado

Suasana Sosialisasi di Taman Wisata Batuputih, Bitung. /ist

Manado, detiKawanua.com - Tim Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar sosialisasi Keragaman Hayati dan Konservasi Satwa Endemik Sulawesi Bagi Siswa Sekolah Menegah di Manado, Jumat (21/9/2018) lalu.

Menurut tim FMIPA Unsrat yakni Drs Marnix LD Langoy MSi dan Dr Saroyo MSi, kegiatan yang dilaksanakan di Taman Wisata Alam Batuputih, Kota Bitung dengan peserta sebanyak 76 siswa ini, bertujuan memberikan pengetahuan dan perubahan sikap siswa terhadap keragaman hayati dan konservasi satwa endemik Sulawesi. 
                                               
"Pulau Sulawesi memiliki tingkat endemisitas yang sangat tinggi, persentasenya hampir paling tinggi di antara pulau-pulau lainnya di Indonesia, kecuali untuk burung," ujar Marnix. 

"Endemisitas yang tinggi ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain keterisolasian subkawasan Sulawesi yang menghasilkan isolasi reproduksi di antara jenis-jenisnya, dan  barier yang terbentuk di dalam satu pulau memungkinkan terjadinya spesiasi di dalam pulau," jelasnya. 

Bentuk Pulau Sulawesi yang ramping dan menyempit, lanjutnya, membentuk banyak daerah penggentingan yang menciptakan isolasi geografis bagi banyak spesies.

"Contoh yang sangat menarik ialah diferensiasi monyet Sulawesi yang menghasilkan beberapa jenis pada saat ini. Hanya sayangnya kelangsungan hidup sumber daya alam hayati Sulawesi sedang terancam akibat perburuan liar dan perusakan habitat," terang Marnix. 

"Oleh karena itu upaya penyadaran, salah satunya melalui jalur sosialisasi kepada generasi muda penting untuk dilaksanakan," tuturnya. 

Lanjut dikatakan Saroyo, mitra dalam kegiatan ini ialah satu sekolah SMA dan satu sekolah SMP yang mewakili siswa sekolah di Manado.

"Target kegiatan ialah terjadinya perubahan pengetahuan dan sikapsiswa terhadap aspek pelestarian sumber daya alam hayati terutama untuk menghentikan praktik perburuan dan perusakan habitat," ucap Saroyo.

Sedangkan metode yang diterapkan dalam kegiatan ini ialah, pertama, Workshop tentang keragaman dan konservasi satwa endemik Sulawesi dan pengenalan beberapa jenis satwa kunci.

"Kedua, Ujian untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap siswa tentang keragaman hayati dan konservasi satwa endemik Sulawesi, dan Ketiga, Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan pretes dan postes untuk menganalisis peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap aspek keragaman hayati dan konservasi satwa endemik Sulawesi," papar Saroyo. 

"Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretes ialah 76 sedangkan nilai rata-rata postes ialah 78. Sikap menunjukkan perubahan dari 66 menjadi 82. Dengan hasil tersebut menunjukkan bahwa program PKM telah meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa SMP dan SMA Manado," pungkasnya. 

(Indra)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 23 Oktober 2018 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional