Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Duka Kepergian Pahlawan Atlet Sulut Langsung Dirasakan OD-SK Dan Rakyat Sulut

Manado, detiKawanua.com - Gubernur Sulut, Olly Dondokambey bersama Wakil Gubernur, Steven Kandouw dan Sekprov Sulut, Edwin Silangen, pada Selasa (02/09) pagi, langsung menjemput dan melayat ke rumah duka korban bencana gempa dan tsunami di Palu Sulawesi Tengah, yang juga merupakan atlet Paralayang Sulut yakni Almarhum Petra Mandagi dan Gleen Mononutu yang pada pukul 10.00 Wita tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado menggunakan pesawat Hercules TNI yang diterbangkan langsung dari Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, dan kedua jenazah tersebut langsung dibawah ke rumah duka masing-masing di daerah Winangun (Kota Manado) dan Kalasey (Kabupaten Minahasa).

Gubernur yang secara langsung menjemput kedatangan kedua jenazah tersebut di Bandara Sam Ratulangi Manado, larut dalam suasana duka dengan menyaksikan para keluarga dan kerabat kedua korban tersebut mengeluarkan suara tangisan mendalam termasuk dari Sekretaris DPRD Sulut, Bartolomeus Monunutu dan isteri yang merupakan orang tua dari Alm. Gleen Monunutu.

“Kami kehilangan dua atlet paralayang yang berbakat. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapat penghiburan yang sejati dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena ini merupakan ujian yang berat bagi keluarga kedua atlet,” ucap Gubernur.

Dia menjelaskan, kedua atlet tersebut sebenarnya dipersiapkan untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020 di Provinsi Papua.

“Mereka dipersiapkan untuk iven PON nanti. Namun, apa boleh dikata Tuhan berkehendak lain. Olehnya selaku pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Sulut turut berdukacita sedalam-dalamnya atas kehilangan kedua atlet ini,” ungkap Gubernur sembari memberikan dukungan moril kepada keluarga Alm. Petra dan Gleen.

Begitupun dengan Wagub Kandouw dalam memberikan sambutan pemerintah, memberikan penguatan hati kepada keluarga korban.

"Kita boleh berencana tapi Tuhan juga yang menetukan. Sebagai orang yang percaya kita harus yakin bahwa Tuhan punya rencana indah atas musibah ini. Jadikanlah momentum ini untuk mempertebal iman dan kepercayaan kita," terang Kandouw, seraya menyampaikan rasa berduka yang dalam atas nama gubernur dan pemerintah provinsi atas kepergian kedua pahlawan atlet dan aset kebanggaan daerah Sulut tersebut.

Turut hadir dalam layatan tersebut diantaranya Ketua DPRD Sulut Andre Angouw, Pegawai Sekretariat Dewan dan sejumlah Pejabat Eselon II serta ASN Pemprov Sulut. Dimana prosesi penguburan untuk Alm Gleen akan disemayamkan di Desa Leilem Minahasa dan Alm. Petra, di Kalasey.

Diketahui sebelumnya dalam penjemputan jenazah Alm Petra tersebut di Bandara, disambut Pingkan Mandagi salah satu atlet terjun payung Nasional asal Sulut yang juga merupakan saudara kandung Alm. Petra Mandagi. Adapun tidak hanya itu, Pesawat Hercules TNI itu juga telah memuat sejumlah korban luka, lansia, wanita dan anak-anak asal Sulut.

Adapun dalam kronologi kejadian untuk Alm. Petra Mandagi menjadi salah satu yang sempat dinyatakan hilang setelah gempa dan tsunami terjadi pada Jumat (28/09). Petra Mandagi menjadi satu dalam tim penerbang paralayang dan X-Country dari Pulau Jawa, Jakarta, Surabaya, dan Makassar yang kehadirannya di Palu untuk mengikuti Ivent Festival Pesona Palu Nomoni 2018 dalam rangka HUT Kota Palu ke-40 yang digelar di Pantai Talise Palu selama 3 hari. Petra bersama para korban lain tersebut saat bencana datang, terjebak dalam reruntuhan puing Hotel Roa-Roa yang merupakan tempat nginap para atlet.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 03 Oktober 2018 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional