Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Pentas 'Home Ludens' Manado di HUT ke-2 Padepokan Puisi Amato Assagaf


Manado, detiKawanua.com - Moffee Cafe yang beralamatkan di Jalan Politeknik Perum Kairagi Permai Nomor 3 Manado, pada Sabtu (21/09/2018) malam berubah jadi 'pentas' generasi mileneal Kota Manado. 


Generasi muda yang rata-rata aktif pada organisasi ekstra kampus, seperti IPNU Cabang Manado, IPPNU Cabang Manado, PMII Rayon Politeknik, PMII Cabang Metro Manado, LPM Inovasi Unsrat, dan Depot Seni Fisip Unsrat ini, datang ke Moffee Cafe untuk menikmati dan menampilkan sejumlah atraksi dalam rangka peringatan HUT ke-2 Padepokan Puisi Amato Assagaf.

"Bukan hanya para generasi mileneal yang mentas, bahkan beberapa seniman ternama Sulut seperti Altje Wantania, Mila Ukoli, Arther Olii, Aldes Sambalao, dan Padepokwan/Padekpowati Padepokan Puisi Amato Assagaf turut berpartisipasi pada malam ini," ujar Idris Hamzah selaku Presiden HUT ke-2 Padepokan Puisi Amato Assagaf.


Sebelum peniupan lilin di ultah yang bertemakan 'Seni, Kebajikan dan Harapan', Imam Besar Amato Assagaf menjelaskan latar belakang pendirian padepokan. Menurut lelaki bernama lengkap S. Ahmad Assagaf ini, padepokan yang dibentuknya lahir dari semangat ludik, lahir dari semangat homo ludens-nya Huizinga. 

"Kesenian itu lebih dari sekedar bagaimana kita bikin sesuatu yang indah, sesuatu yang dianggap menarik. Kesenian punya makna ke dalam yang jauh lebih luas. Pada saat yang sama, kesenian hanya bisa diciptakan dengan hati yang riang, hanya bisa didekati dengan cara yang riang. Kesenian tercipta dengan semangat ludik, tidak tercipta dengan semangat faber," jelas Kak Amato, panggilan akrab Imam Besar Padepokan Puisi Amato Assagaf.


Alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini lebih lanjut mengatakan, dengan semangat ludik itu kesenian kita dekati. Dan pada saat yang sama, efek yang terjadi dalam seni apapun, lebih dari sekedar main-main.

"Manusia kesenian bukan homo faber, manusia bekerja. Manusia kesenian adalah homo ludens, manusia bermain," sambung murid Didi Petet ini.


Untuk diketahui, Padepokan Puisi Amato Assagaf terbagi atas 4 wilayah yang memiliki direkturnya masing-masing, yakni Aliansi Membangun Negeri (Amagi), Pengajian Filsafat, Publika, dan Akademi Tubuh.

(Indra)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 23 September 2018 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional