Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Kabar Gembira bagi Warga Sulut, Inggris Kembali Beri Peluang Beasiswa bagi WNI

Foto : Saat sosialisasi beasiswa Chevening di Unsrat

MANADO, detiKawanua.com - Kabar gembira bagi warga Indonesia, khususnya Sulawesi Utara (Sulut), karena Pemerintah Inggris kembali membuka pendaftaran beasiswa Chevening bagi Warga Negara Indonesia (WNI).

Dikatakan, Scholarship and Alumni Coordinator Kedubes Inggris, Rowena Rompas, Chevening adalah beasiswa yang sangat menguntungkan bagi warga Indonesia.

Hal tersebut karena seluruh penerima beasiswa akan dibiayai penuh oleh Pemerintah Inggris. Mulai dari biaya kuliah, kehidupan sehari-hari hingga pesawat pulang-pergi akan seluruhnya ditanggung Pemerintah Inggris.
Bukan hanya itu, beasiswa pascasarjana ini terbuka bagi seluruh latar belakang studi.

“Para penerima beasiswa pun bebas menentukan belajar di universitas yang diinginkannya di seluruh wilayah cakupan Inggris Raya,” terang Rompas.

Rompas pun melanjutkan, Penerima beasiswa hanya cukup menempuh studi selama satu tahun untuk mendapatkan gelar master.

“Chevening akan memberi kalian akses ke sarana pendidikan nomor satu di Inggris," ujarnya saat sosialisasi tentang beasiswa chevening di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado baru-baru ini.

Rompas pun mengatakan, Sosialisasi beasiswa S2 dari pemerintah Inggris untuk warga negara Indonesia termasuk di Sulut, karena selama ini kami lihat animo masyarakat di Sulut masih kurang, karena belum banyak yang tahu ada beasiswa dari pemerintah Inggris untuk belajar Master atau S2 di Inggris selama satu tahun.

“Per tahun Indonesia mendapat kuota hingga 70 lebih dibandingkan negara lain. Tapi dari tahun ke tahun kadangkala tidak terisi kuotanya. Hal tersebut mungkin karena kendala bahasa,” tutur Rompas.

Harapannya dengan sosialisasi ini akan banyak animo masyarakat Sulut agar bisa mendapatkan beasiswa lanjut studi di UK.

Sementara itu, Direktur Office of International Affairs (OIA) UNSRAT, Dr Wiske Rotinsulu Phd  mengatakan untuk syarat mendapatkan beasiswa di UK yakni harus warga negara Indonesia, setelah selesai studi paling lama dua tahun harus balik ke Indonesia, kemudian harus S1, memiliki dua tahun pengalaman kerja, bahasa inggris harus toefl 6,5 dan untuk peserta beasiswa terbuka bagi siapa saja tidak ada batasan umur, baik ia mahasiswa, pekerja dan lainnya. “Degan sosialisasi ini, kami harapkan agar mahasiswa atau pun dosen dari Unsrat bisa terpilih meraih beasiswa tersebut,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Andress Hamenda (Founder Punya Harapan) mengatakan, selain beasiswa, pemerintah Inggris juga memberikan bantuan kepada anak-anak tahanan yang ada di Lapas Anak Tomohon.

“Kami akan memberikan bantuan berupa pembelajaran komputer, bahasa inggris dan tentang entrepreneur kepada anak-anak yang ada di Lapas Tomohon,” ungkapnya, sembari mengatakan, jika keluar nanti dari Lapas, anak-anak ini bisa ada skill, dan tentunya bisa melanjutkan studi.

(*)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 23 September 2018

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional