Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Hijrah ke NasDem, GSVL: Jangan Dikaitkan dengan Masalah Hukum!

Manado, detiKawanua.com - Bergabungnya saya ke NasDem bukan karena adanya ajakan atau paksaan, apalagi jika dikaitkan dengan perlindungan hukum.

Demikian pernyataan GS Vicky Lumentut (GSVL), ketika ditanyai awak media terkait guliran isu hijrahnya ke partai NasDem imbas adanya panggilan dari Kejagung RI atas jabatannya sebagai Walikota Manado, Sabtu (29/09/2018).

"Saya nyatakan, bahwa sampai saat ini saya tidak ada masalah hukum. Kawan-kawan mendengar bahwa sekarang ini sedang ada pemeriksaan dugaan korupsi dana bantuan bencana banjir kota manado tahun 2014 oleh Kejagung. Saya selaku Walikota dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi pada tanggal 24 September 2018. Tapi, pada saat bersamaan saya sedang sakit dan masuk pada tahapan perawatan maka saya minta izin untuk dijadwalkan kembali. Dan saya tahu bahwa partai NasDem anti korupsi, makanya bila dikemudian hari saya terlibat kasus korupsi, dengan kesadaran sendiri saya yang akan mengundurkan diri agar tidak mencemari kredibilitas partai NasDem," janjinya.

"Partai NasDem mempunyai cita-cita luhur untuk memperbaiki bangsa dan negara. Di mana Ketum DPP Partai NasDem Bapak Surya Paloh mengatakan, bahwa kondisi bangsa sedang sakit, jadi perlu niat dan upaya keras untuk memperbaikinya. Gerakan perubahan restorasi harus dilaksanakan, dan untuk mengawal restorasi ini, teladan dan kejujuran dari pemimpin adalah kuncinya," urai Vicky, salaam akrabnya.

Menurut dia, penyampaian pak Ketum NasDem ini termasuk soal kondisi demokrasi sekarang mulai terjadi Pragmatis dan Transaksional, tetapi sikap Partai NasDem adalah anti mahar, bagai magnet dan membuat ketertarikan.

"Itulah yang membuat saya tertarik dan jatuh hati, kemudian saya minta izin dan bermohon untuk diterima menjadi angota partai," akunya.

Dikatakan, bahwa dirinya sudah 7 tahun lebih menjabat sebagai Ketua DPD PD Sulut. Pun hubungan, dengan DPP dan keluarga besar PD selama ini baik baik saja.

"Mulai dari Ketua Umum Pak SBY, Sekjen Bung Hinca, Mas AHY, Mas Ibas, Pak PEW dan jajaran DPP, serta rekan rekan ketua DPD se Indonesia, semua baik dengan saya. Terakhir saya ikut rapat bersama DPP tanggal 17 September 2018 mendengarkan kebijakan DPP dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2019," jelasnya.

Sebagai Ketua DPD PD Sulut, kata dia, secara terbuka telah menyatakan ke publik, bahwa PD Sulut mendukung Pak Jokowi sebagai calon presiden RI tahun 2019.

"Alasan saya bersama keluarga besar PD Sulut mendukung pak Jokowi, pertama, rakyat Sulut banyak yang senang dan suka kepada pak Jokowi. Kedua, presiden Jokowi adalah atasan saya sebagai Walikota Manado, dan saya melihat bahwa selama beliau memimpin Indonesia banyak kemajuan yang telah terjadi melalui kebijakan-kebijakan ditambah lagi kerja membangun dengan tulus yang dilakukan untuk kepentingan rakyat di semua wilayah tanpa membeda-bedakan Suku Agama dan Ras," katanya.

Rupanya keputusan Vicky ini berbeda dengan DPP PD. Tak heran, Vicky meyakini sikapnya itu akan menggangu hubungannya dengan DPP.



"Saya merasa hubungan baik dengan DPP PD akan terganggu dengan sikap saya ini. Oleh karena itu dengan kesadaran sendiri tanpa paksaan orang lain, saya memilih untuk mengundurkan diri dan bergabung dengan partai NasDem," akunya.

Awalnya, lanjut dia, di era demokrasi saat ini, berpindahnya seorang politisi ke partai lain, dianggap normal normal saja. Akan tetapi, Vicky sempat kaget ketika sikap dan pilihannya itu malah jadi ramai dan mulai berisik. Bahkan, Vicky mengaku bingung, ketika ada kawan kawannya di PD yang mulai menyerang NasDem.

"Pindahnya saya ke Partai NasDem, saya angap normal-normal saja di era demokrasi ini. Tapi ternyata malah jadi ramai dan jadi berisik. Herannya, kenapa kawan-kawan di Partai Demokrat menyerang partai NasDem, padahal kepindahan saya itu karena kesadaran dan keinginan saya sendiri. Untuk semua ketidaknyamanan ini, saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada Ketum Partai NasDem yang saya hormati dan banggakan yakni bapak Surya Paloh dan jajaran pengurus serta semua keluarga besar partai NasDem," tuturnya.

Sebelumnya, sikap politik yang diambil ketua DPD Partai Demokrat (PD) Sulawesi Utara (Sulut), Godbless Sofcar Vicky Lumentut, ke Partai Nasional Demokrat (NasDem) menjadi ramai dipergunjingkan. Keputusan Vicky Lumentut untuk hijrah ke Partai NasDem menimbulkan banyak tudingan sehingga membuat Sekjen Partai NasDem Johhny G Plate pun angkat bicara.

"Bergabungnya Vicky ke NasDem harusnya menjadi bahan refleksi internal bagi partai bersangkutan," kata Sekjen Partai NasDem Johhny G Plate, seperti dikutip dari media CNN Indonesia, Sabtu (29/9/2019). ***

(Indra)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 30 September 2018 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional