Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
PratinjauPratinjau

Hasil Provinsi Sulut Dalam 2,5 Tahun Dibawahi OD-SK Di Sektor Pembangunan dan Pariwisata

MENAPAKI dua tahun setengah masa kepemimpinan Olly Dondokambey SE dan Drs. Steven Kandouw [OD-SK] sebagai Gubernur Sulut dan Wakil Gubernur Sulut dalam memperjuangkan amanat rakyat, melalui pengabdian dengan ketulusan dan keikhlasan, demi mempersembahkan kinerja terbaik kepada Rakyat Sulawesi Utara tercinta dari Miangas hingga Pinogaluman, melalui Visi dan Misi dalam ringkasan kinerja yang terpapar melalui laporan sebagai berikut:
VISI SULAWESI UTARA 2016-2021
Terwujudnya Sulawesi Utara Yang Berdikari Dalam Ekonomi, Berdaulat Dalam Politik Serta Berkepribadian dalam Budaya. Dengan MISI SULAWESI UTARA 2016-2021 mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian dan sumberdaya kemaritiman, serta mendorong sektor industry dan jasa;
Memantapkan pembangunan sumberdaya manusia yang berkepribadian dan berdaya saing;
Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai destinasi investasi dan pariwisata yang berdaya saing; Mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang tinggi, maju dan mandiri; Memantapkan pembangunan insfrastuktur berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan; Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan timur; Mewujudkan Sulawesi Utara yang berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik.

BIDANG PERENCANAAN PEMBANGUNAN:

Tersusunnya Ranperda RPJMD Provinsi Sulawesi Utara, Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2017, Penyusunan dan penandatanganan kesepakatan KUA dan PPAS tahun 2017, serta KUA dan PPAS Perubahan 2016 secara terstruktur, sistimatis, tepat waktu dan sesuai dengan peraturan perundangan. Pada tahun 2016, Pemerintahan Gubernur Olly Dondokambey dan Steven Kandouw telah menyusun program strategis yang dikenal dengan ODSK (Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan) sebagai instrument Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2016  2021, untuk menangani secara serius masyarakat miskin di Sulawesi Utara.

Dalam mendorong investasi yang nanti berdampak kepada pertumbuhan ekonomi masyarakat, pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK) gencar membangun infrastruktur

"Kita gencar banfun infrastruktur, seperti jalan, fasilitas perhubungan dan energi untuk mendorong investasi maju ke depan," kata Olly.

Di bidang energi misalnya, Sulut dipandang menjadi salah satu daerah terbaik di Indonesia dalam hal persiapan pemenuhan energi

Sulut Kini Mempunyai 540 MW, dan 175 MW Merupakan Energi Terbarukan

Pemerintah sedang membangun pembangkit listrik tenaga Surya di Likupang, kemudian pembangkit tenaga uap di Kema, bendungan Kuwil-Kawangkoan juga akan menghasilkan pembangkit listrik tenaga air.

Rasia elektrifikasi Sulut atau tingkat pelayanan energi listrik sudah mencapai 98,8 persen, tinggal 1 persen lebih lagi yang akan dipenuhi hingga mencapai 100 persen

"Kita ingin rakyat menikmati infrastruktur, dapat jalankan aktivitas aman lancar. Di perkotaan pedesaan sampai perbatasan," kata dia.

Di bidang komunikasi, Sulut menjadi salah satu bagian proyek Palapa Ring yang pada Bulan Oktober ini rencananya diresmikan. Ini merupakan jaringan kabel serat optik bawah laut yang membentang dari daratan hingga ke pulau terluar. Jika sudah terhubung tidak ada lagi blind spot di Sulut.

Di bidang perhubungan, pemerintah menggenjot pembangunan bandara. Setelah selesai membangun bandara Miangas, pemerintah sedang menyelesaikan bandara Siau, kemudian persiapan untuk pembanfunan bandara Lolak dan perluasan Bandara Sam Ratulangi.

Proyek Strategis Nasional

Sulut pun menjadi provinsi bergulirnya proyek strategis nasional, satu di antaranya yakni Bendungan Kuwil-Kawangkoan.

"Bendungan Kuwil 2019 pasti bisa beroperasi, berdampak baik bagi masyarakat ada di Sulut. Untuk mencegah banjir kota Manado, pembangkit tenaga listrik, cadangan air baku, dan pariwisata," sebut Gubernur.

Pemerintah pun berupaya menyelesaikan jalan-jalan provinsi setidaknya ada 926 kilometer jalan provinsi sudah teraspal dengan baik seperti proyek strategis nasional lainnya yaitu Jalan Tol Manado-Bitung.

"Ditargetkan selesai 2019, tapi awal Desember ini tahap pertama uji coba penggunaannya," ujar Olly

Kemudian, upaya pemerintah menyesuaikan proyek Manado Outer Ring Road, yang merupakan proyek jalan lingkar Kota Manado yang sebelumnya sudah rampung Proyek Ring Road I dan II, dan kemudian menghadapi menyelesaikan proyek Ring Road 3 Kalasey-Winangun sebagai langkah mengecilkan volume kemacetan Kota Manado serta bermanfaat dan mendukung kawasan cepat tumbuh hingga memperlancar arus distribusi barang.

Untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Likupang, Pemerintah pun akan menyiapkan jalan Bandara-Likupang, dan selanjutnya jalan lingkar KEK Pariwisata.

Infrastruktut untuk laut pun pemerintah punya program tol laut, Olly mengatakan, pemerintah berupaya menopang dan mendorong untuk membangun pelabuhan di kepulauan.

"Tol laut ini sangat bermanfaat, masyarakat di kepulauan juga dapat harga sama dengan yang di daratan utama," ujar dia

BIDANG KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA: 

Kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2016 sebanyak 48.288 orang, dan mengalami peningkatan sebanyak 86.976 orang di tahun 2017;, untuk kunjungan wisatawan domestik di tahun 2016 sebanyak 1.253.626 orang, sedangkan di tahun 2017 meningkat  sebanyak 1.698.523 orang.
Sulawesi utara menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Festival Film Indonesia 2017. Sulawesi utara melalui Dinas Kebudayaan Daerah berhasil membuat motif Kaeng Sulut sebagai cerminan budaya khas Daerah, Dinas Kebudayaan berhasil menetapkan kuliner Tinutuan, musik kulintang, music bambu, tradisi Mogama, ritual Monibi sebagai warisan budaya  Takbenda Sulut tingkat nasional tahun 2017.
Berpartisipasi pada kegiatan promosi tingkat Nasional maupun Internasional, juga menunjang program Pemerintah Daerah dalam mengembangkan kepariwisataan melalui wisata budaya dengan penyambutan wisatawan Cina ke Museum Sulut.

Peserta dari Sulut berhasil memperoleh penghargaan terbaik dan diundang ke Istana Negara untuk membawakn lagu Kebangsaan pada perayaan Kemerdekaan RI.

Sulawesi Utara telah menjelmah menjadi ‘raksaksa’ ekonomi baru di wilayah timur Indonesia. Angka pertumbuhan ekonomi selalu di atas rata nasional selama tiga tahun terakhir. Angka kemiskinan terendah di pulau Sulawesi. Pertumbuhan ekonomi makro, sosial, dan pembangunan infrastruktur kurun tiga tahun terakhir menunjukkan tren positif.

Sejak 2015 hingga 2017, ekonomi daerah tumbuh di atas 6 persen, di atas rata-rata nasional 5 persen. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2017 mencapai Rp 110,16 triliun, lebih baik dari 2010 yang hanya Rp 79,49 triliun.
PDRB perkapita Rp 44,76 juta. Ekonomi 2017 tumbuh 6,32 persen, lebih baik dibandingkan 2016 di angka 6,17 persen dan tahun sebelumnya 6,12 persen. Dari 34 provinsi di Indonesia, tingkat kemiskinan Sulut 2017 ada di peringkat ke-16, terbaik di Sulawesi. Sektor pariwisata diperkirakan mampu menyumbang Rp 16 triliun.

Berkat ekonomi tersebutpun menjadi kado dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 untuk Bumi Nyiur Melambai.

Sebagaimana Gubernur Olly saat tampil memberikan sambutan pada paripurna istimewa HUT Provinsi ke-54 di ruang sidang Gedung DPRD Sulut bahwa sesuai perhitungan Kementerian Pariwisata setiap kunjungan wisatawan itu menghabiskan 1.000 dolar Amerika Serikat.

"Kalau ke rupiah bisa Rp 14 -15 juta per turis," ujar Gubernur.

Untuk kunjungan turis asing saja diperkirakan sekitar Rp 3 triliun berputar di Sulut. Hingga September 2018, Olly mengatakan sudah ada 100.000 turis Cina datang ke Sulut.

Kemudian kunjungan turis domestik, tahun 2016 mencapai 1,7 juta orang, meningkat di 2017 2,6 juta turis domestik. Jika seorang turis saja menghabiskan 5 juta maka besaran uang yang berlatar di Sulut mencapai Rp 13 triliun. "Total ada 16 triliun berputar di Sulut," ungkapnya.

Sebab itu, Pemprov Sulut gencar menggelar acara baik taraf nasional maupun internasional, Sulut pun sudah masuk kategori daerah MICE, dampaknya ke sektor lain. Ia mencontohkan pertanian dan perikanan.

"Nilai tukar nelayan naik, hanya dengan konsumsi pasar lokal saja, banyak manfaat yang diperoleh," kata dia.

Untuk menggenjot sektor pariwisata pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota harus bersinergi. Gubernur pun mengapresiasi sinergi bupati/wali kota, misalnya dengan menggelar event nasional maupun internasional.

Di Tomohon, ada festival bunga atau dikenal dengan Tomohon International Flower Festival (TIFF). Bolsel punya Festival Teluk Tomini, Talaud pun punya Festival Manee. "Ibu Menteri Kelautan (Susi) sampai nyebur masuk laut," kata dia.

Sangihe dan Sitaro ada Puna Festival Tulide. Kota Manado dengan Manado Fiesta. Bolmut dengan Festival Batu Pinagut. "Provinsi punya Christmas Festival dan Festival Ramadan. Kita ingin bangun Sulut yang modern tapi kita juga jangan lupa urusan dengan Tuhan," kata dia.

Olly mengatakan, festival membuat turis betah dan senang kembali lagi. Olly juga menyentil kekayaan budaya Sulut. Belakangan ini sempat terjadi kesalahpahaman soal waruga sebagai dampak dari pembangunan waduk Kuwil Kawangkoan. "Katanya waruga dibongkar," kata Olly.

Pemerintah berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai kebudayaan. Saat ini pemerintah sedang berupaya agar musik Kolintang khas Minahasa diakui badan kebudayaan PBB.

Olly Dondokambey mengutip slogan Asian Games, energi of Asia. "Saya meminjam slogan Asian Games, Sulut adalah energi of Indoensia," kata Olly saat membawakan sambutan di paripurna.

Olly mengatakan, sudah 955 hari bersama Steven Kandouw Wakil Gubernur Sulut dilantik sebagai pemimpin Sulut. "Saya pernah bertanya ke Wagub Steven. Kandouw, pertanyaannya apa yang sudah dilakukan untuk provinsi ini? Apakah Nyiur Melambai akan terus melambai atau akan punah," kata Gubernur.

Olly mengatakan, selama menjabat Gubernur ia selalu berupaya memenuhi janji kepada rakyat untuk membangu Sulut, menghadapi tantangan merajut peluang.

"Pertemuan ekonominya 6,32 persen, di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5 persen," kata Bendahara Umum DPP PDIP ini.

Padahal, Sulut sedang terdampak menurunnya komoditas perkebunan yang jadi andalan ekspor Sulut. "Kita menghadapi kendala harga kopra turun drastis, pala, cengkih pula," sebutnya

Di bidang perikanan industri perikanan di bitung masih lesu. Namun ekonomi Sulut tetap tumbuh 6 persen lebih. Olly mengatakan, pertumbuhan ekonomi diikuti pula dengan upaya pemerintah menekan inflasi, hingga 2017 inflasi bisa dijaga hingga 2,44 persen.

"TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Sulut sampai dapat penghargaan dari pemerintah pusat, di Pulau Sulawesi inflasi paling rendah," kata Ketua DPD PDIP Sulut ini.

Inflasi biasa dipengaruhi oleh bumbu dapur, sebab itu untuk mengatasi ini dilakukan program tanam rica
"Sosialiasi berjalan baik, terima kasih peran dari Tim TP PKM, pemerintah menyiapkan bibit, masyarakat menanam," kata dia.

Hasilnya inflasi bisa ditekan hingga 2,34 persen. "Kita tahan terus di angka 2 persen, buat apa pertumbuhan ekonomi tinggi tapi inflasi juga tinggi, daya bisa masyarakat jadi rendah," ujarnya.

Kemiskinan di 2019 ini targetnya akan ditekan hingga 6,09 persen, sementera pengangguran juga di bawah 6 sekian persen.

Penurunan kemiskinan ini coba diatasi dengan program andalan pemerintah Sulut ODSK. Program ODSK ini mendapat penghargaan top 99 inovasi dari pemerintah pusat.

Salah satu upaya dengan membangun Rumah Tidak Layak Huni, ada 906 rumah yang diperbaiki. "Ini tidak full dari APBD tapi ada juga CSR dari Bank SulutGo," kata dia.

"Kita gencar banfun infrastruktur , seperti jalan, fasilitas perhubungan dan energi untuk mendorong investasi maju ke depan," kata Olly.

Di bidang energi misalnya, kata dia, Sulut dipandang menjadi salah satu daerah terbaik di Indonesia dalam hal persiapan pemenuhan energi. Sulut punya 540 MW, 175 MW merupakan energi terbarukan.

Pemerintah sedang membangun pembangkit listrik tenaga surya di Likupang kemudian pembangkit tenaga uap di Kema, bendungan Kuwil-Kawangkoan juga akan menghasilkan pembangkit listrik tenaga air. Tingkat pelayanan energi listrik sudah mencapai 98,8 persen, tinggal 1 persen lebih lagi yang akan dipenuhi hingga mencapai 100 persen.

"Kita ingin rakyat menikmati infrastruktur, dapat jalankan aktivitas aman lancar. Di perkotaan pedesaan sampai perbatasan," kata dia.

Atas hasil itu Sulawesi Utara sendiri telah mencatatkan rekor fantastis untuk kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Tak tanggung-tanggung tercatat sebanyak 100 ribu wisman dan 2.6 juta wisatawan nusantara telah mengunjungi Sulut hingga tanggal 1 Oktober 2018.

Terciptanya rekor kunjungan wisman ke Sulut meskipun terjadi gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah membuktikan tangguhnya sektor pariwisata Sulut.

"Jarak Palu dengan Manado lumayan jauh. Turis tetap berkunjung dan menikmati Manado," kata Gubernur.

Begitu pula erupsi Gunung Soputan yang sempat terjadi belum lama ini, tidak mempengaruhi sektor pariwisata Sulut. Bahkan Bandara Sam Ratulangi Manado tetap membuka pelayanan seperti biasanya.

"Tapi saya tetap mengimbau masyarakat tetap waspada," kata Olly.

Tentunya capaian ini tak lepas dari peran Olly yang sudah hampir tiga tahun memimpin Sulut. Pencapaian ini pun dinilai luar biasa karena rata-rata kunjungan wisman ke Sulut selama 10 tahun terakhir hanya berkisar di angka 10 ribu sampai 15 ribu orang per tahun.

Keadaan ini mulai membaik sejak Juli sampai Desember 2016 ketika Olly bersama wakilnya Steven Kandouw mulai memegang kendali Sulut. Jumlah wisman yang mengunjungi Sulut mencapai 46 ribu orang, lalu pada 2017 kembali meningkat hingga mencapai 86 ribu orang yang didominasi turis asal China.

Para wisatawan tersebut juga menguntungkan perekonomian Sulut. Pertumbuhan ekonomi Sulut mencapai 6,23 persen atau di atas rata-rata nasional itu juga didukung sektor pariwisata.

Pesatnya pertumbuhan ekonomi tersebut juga didukung besarnya spending money wisman di Sulut yang bisa mencapai rata-rata Rp 15 juta per wisman, dan Rp 5 juta juta per wisatawan nusantara.

Sementara itu, Direktur di MM Travel Manado dan tour operator wisatawan China ke Manado yang juga bekerja sama dengan maskapai Lion Air, Ricky Bong mengatakan bahwa turis China sangat menyukai Manado.

"Kami menargetkan akhir 2018 nanti, dari 7 kota di China yang selama ini diterbangi langsung Lion Air ke Manado, maka semoga kita bisa buka 3 kota baru lagi menjadi total 10 kota dan di 2019 awal tambah jadi 12 kota," kata Ricky.

Kapasitas Bandara Sam Ratulangi Ditambah

Berbagai faktor pendukung pun dibenahi, salah satunya bandara. Terkait hal tersebut, nantinya PT Angkasa Pura I (Persero) akan membangun gedung terminal baru khusus internasional di area Bandara Sam Ratulangi Manado.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi Minggus ET Gandeguai mengatakan luas gedung baru tersebut adalah 30 ribu meter persegi atau lebih luas dari gedung terminal yang eksisting ada sekarang di bandara ini. Ditargetkan, akhir 2019, gedung terminal sudah harus selesai dan diresmikan.

"PT Angkasa Pura sangat mendukung pembangunan pariwisata di Sulawesi Utara yang dimotori Pak Gubernur Olly Dondokambey," kata Minggus.

Sebagai informasi, tingkat pertumbuhan ekonomi Sulut dari tahun ke tahun semakin mengalami peningkatan. Pada 2015 diketahui pertumbuhan ekonomi Sulut mencapai angka 6,12 persen dan pada 2017 naik mencapai angka 6,32 persen, atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

(Advetorial Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 24 September 2018 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional