Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

FKM Unsrat Gelar Sosialisasi IMD di Puskesmas Ranomuut Manado

Foto bersama usai sosialisasi. /ist

Manado, detiKawanua.com - Tim pelaksana Program Kemitraan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) menggelar sosialisasi pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) penunjang program ASI Eksklusif, Senin (03/09/2018).

Sosialisasi di Puskesmas Ranomuut Kota Manado yang dibawakan oleh Sulaemana Engkeng SKM MKes, dr Hilman Adam MKes, dan dr Roy Max Dotulong Mewengkang, serta dikuti oleh kepala Puskesmas Ranomuut dr Anastasya Sampaleng beserta dengan petugas kesehatan dan bidan ini, berjalan dengan optimal.

Untuk diketahui, Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah proses memberikan kesempatan bayi yang baru lahir untuk menyusu sendiri kepada ibunya dalam 1 jam pertama setelah bayi lahir. Sementara manfaat Inisiasi Menyusu Dini sendiri sangat berguna secara fisiologis maupun psikologis, baik untuk bayi maupun ibu.

"Untuk ibu, sentuhan dan hisapan payudara ibu bisa membantu mengeluarkan plasenta dan mencegah terjadinya perdarahan. Sementara untuk bayi, selain memberikan rasa nyaman dan hangat, juga bermanfaat untuk memberikan antibodi tubuh sehingga dapat menekan tingkat kematian bayi," ujar Sulaemana. 

Petugas kesehatan dan bidan sebagai orang pertama yang melakukan pertolongan pertama pada persalinan, mempunyai tanggung jawab pokok terhadap pelayanan kesehatan ibu dan anak, harus mampu menerapkan pemberian ASI Eksklusif. Peran bidan sebagai pelaksana dalam pemberian ASI Eksklusif antara lain mengajarkan ibu cara menyusui yang benar, pemberian ASI segera setelah lahir, menghindari penggunaan dot, kebutuhan nutrisi saat menyusui dan managemen laktasi. 

"Sedangkan peran bidan sebagai pendidik dalam pemberian ASI Eksklusif, di antaranya adalah bidan mampu memberikan penyuluhan dan pemahaman terhadap ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif. Sehubungan dengan manfaat IMD yang begitu besar, dalam rangka menurunkan angka kematian bayi baru lahir di Indonesia dan sekaligus pemenuhan hak anak, Kementerian Kesehatan RI sudah memberikan pedoman pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini sesaat setelah bayi lahir," jelas dr Hilman.

Pedoman ini berlaku untuk tenaga medis yang bertugas di seluruh puskesmas dan jaringannya, dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bayi baru lahir di Indonesia. Informasi mengenai proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sangat berpengaruh besar pada pembentukan niat ibu yang akan segera melahirkan untuk mau menerapkan proses IMD pasca melahirkan. 

"Sosialisasi program tersebut sangat penting, karena apabila program sosialisasi program tersebut kurang baik, maka implementasi program tersebut bisa tidak berhasil. Diketahui bahwa indikator keberhasilan dari sosialisasi pelaksanaan IMD program ASI Eksklusif adalah adanya upaya perubahan perilaku bidan dalam melakukan IMD pada setiap pertolongan persalinan dan meningkatnya cakupan IMD dan ASI Eksklusif tersebut. Faktor yang menentukan terjadi atau tidak terjadinya perubahan-perubahan perilaku pada bidan dalam proses sosialisasi programnya," papar dr Roy. 

Mari kita galakkan ibu menyusui kepada bayinya selama 2 (dua) tahun untuk wujudkan generasi yang sehat dan cerdas, serta keluarga yang bahagia dan sejahtera. Para ibu tidak perlu memberikan susu formula kepada bayinya karena dengan mengetahui manfaat ASI, maka kebutuhan gizi dan makanan bayi sudah dapat dipenuhi dengan baik.

"Tindakan yang dilakukan bidan dalam langkah pertama pelaksanaan IMD yaitu mencatat waktu kelahiran bayi, melihat kondisi bayi dan membersihkan tubuh bayi," pungkasnya.

Tim FKM Unsrat juga menyarankan koordinator program gizi di Puskesmas Ranomuut Kota Manado agar memonitor ketepatan pelaksanaan IMD. Dan bagi Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado, diharapkan untuk melakukan pelatihan tenaga kesehatan tentang pentingnya ASI bagi bayi untuk semua bidan Puskesmas Ranomuut Kota Manado. ***

(Indra

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 04 September 2018 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional