Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Belum di Bahasnya APBD-P, Stok Obat dan Makanan di RS Liunkendage Terancam Habis

Tahuna, detikawanua.com - ketersediaan obat- obatan dan makanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liunkendage Tahuna Kabupaten Sangihe sejak beberapap Pekan terakhir ini semakin menipis dan terancam akan habis sebelum akhir September ini. Ditemuai harian ini sejumlah dokter mengaku, stok obat apalagi makanan yang akan di distribusi kepada pasien menjalani rawat inap di RSUD Liunkendage sudah mulai habis dan sebagian obat sudah kosong.

“Jadi memang ketersediaan obat dan makanan bagi pasien di rumah sakits emakin menipis dan sebagian obat sudah kosong. Yang kami takutkan, kalau semua pasien pengguna BPJS harus mengeluarkan biaya untuk berobat sementara mereka pasien BPJS maka kami di salahkan, begitu Juga dengan stok makanan tidak mungkin pasien harus membawa mmakana dari rumah,” ujar beberapa dokter.

Untuk itu para korps baju putih ini meminta kiranya Pemerintah DaeraH dan pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten SSangih secepatnya mengambil langkah guna kepentingan banyak orang.

“Kalau APBD Perubahan dibahas lebih awal mungkin tidak akan seperti ini, sehingga kami minta ada perhatian serius dari Pemerintah dan DDPR sangihe guna pelayanan terhadap banyak orang. Sebab kalau ini dibiarkan berlarut- larut yang rugi masyarakat kita di Sangihe,” ujar para dokter.

Menyikapi hal ini salah satu unsur muda Sangihe, Aldy Boham angkat bicara. Dirinya meminta kepada Pemkab dan Dekab Sangihe uuntu menyeriusi masalah kokosongan obat dan makan di rumah sakit.

“Jangan hanya karena ego mengorbankan masyarakat, alangka kabaiknya pemerintah dan dewan segera membahas semua agenda penting guna kepentingan banyak orang. Jangan ada lagi perbedaan sehingga kabupate inii lebih baik dan mendekatkan diri pada pelayanan bagi masyarakat,” tegasnya. (js)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 20 September 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional