Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Apel Cek Kesiapan , Basarnas Pos Minsel Respon Cepat Pasca Gempa Tsunami Sulteng



MINSEL, detikawanua.com - Respons antisipatik dari berbagai pihak soal Gempa dan Tsunami di Wilayah Donggala Palu Sulawesi Tengah terus berdatangan dari berbagai daerah sekitar Kabupaten Minahasa Selatan ( MINSEL ) misalnya, Pasca gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR) dan Tsunami dengan tinggi gelombang 2 sampai 3 Meter di wilayah Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) tersebut, Jumat (28/9) kemarin. Tim Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Pos Siaga SAR Amurang, Minsel , gelar apel cek Kesiapan.

Hal ini dilakukan sebagai antisipasi adanya Gempa susulan yang berimbas ke daerah sekitar dilakukan di halaman Kantor Basarnas, pukul 21.00 Wita kemarin malam. Untuk mengantisipasi akan adanya Bencana berupa Gempa dan Tsunami, karena mengingat juga Wilayah Minahasa Selatan adalah wilayah pesisir juga jarak antara Donggala Sulteng dan Kabupaten Minsel, Sulut hanya berjarak 898,2 KM atau sekitar 20 jam 30 menit jika di tempuh jalur darat.

Kepala Pos Minsel di Amurang Letda SAR. Steven Lumowa dilansir media Nusantaratimur menjelaskan maksud tujuan, dari apel Kesiapan yang di gelar, yang menurutnya bahwa hal ini perlu guna mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

"Hal ini sengaja di lakukan guna mencegah dan mengantisipasi segala kemungkinan adanya bencana alam, setidaknya waspada itu perlu, selain apel kami juga melakukan pengecekan kesiapan personil, dan kesiapan alat-alat yang dibutuhkan, jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak di inginkan setidaknya kita sudah dalam keadaan siap, selbihnya kita berharap kepada Tuhan agar Minahasa selatan di jauhkan dengan sagala mara bahaya," ujar Lumowa setelah apel selesai.

Sementara itu Korban akibat Gempa dan Tsunami yang terjadi di wilayah Sulteng masih bersifat sementara sesuai Laporan sementara, terdapat beberapa korban yang meninggal karena tertimpa bangunan roboh. Tsunami juga menerjang beberapa permukiman dan bangunan yang ada di pantai. Jumlah korban dan dampaknya masih dalam pendataan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam wawancaranya di Beberapa media elektronik. ( Vandytrisno )

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Sabtu, 29 September 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional