Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Situasi Panik, Wagub Lihat Langsung Kedua Korban Dievakusi Dari Lantai Dua Kantor Gubernur

Manado, detiKawanua.com - Kaget akan goncangan gempa bumi disertai kebakaran dengan ditandai bunyi sirene yang begitu nyaring, para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan Pemprov Sulut pada Jumat (10/08) pagi tadi langsung lari berhamburan keluar halaman dan berkumpul satu titik di lapangan Kantor Gubernur.

Tidak berselang beberapa menit kemudian tim penyelamatan yang tergabung didalamnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran serta Palang Merah Indonesia (PMI) Sulut, langsung sigap menyikapi penanganan bencana tersebut. Pantauan wartawan, tim reaksi cepat penanganan bencana itu langsung mengevakuasi korban, baik dari bagian atap maupun luar gedung gantor gubernur yang pada saat itu juga terdapat dua korban terjebak dengan kondisi luka cukup berat yang berhasil diselamatkan dan diturunkan dari jendela lantai dua gedung dengan menggunakan tali penolong yang kemudian kedua korban langsung dipasangkan alat pernafasan, dibalut perban kemudian dinaikan kedalam mobil ambulans.

Adapun kegiatan simulasi penanganan bencana tersebut dipantau langsung Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw yang didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Edison Humiang, serta sejumlah kepala dinas terkait.

Kandouw menilai simulasi penanganan bencana tersebut sangat penting dilakukan, katena selain untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana yang bisa sewaktu-waktu, juga dapat mengurangi angka korban yang ditimbulkan akibat bencana.

"Ini untuk menyadarkan kita semua, responsif ketika menghadapi bencana dengan melakukan simulasi evakuasi bencana," ungkapnya.

Selain itu juga, Wagub menyebutkan pelatihan penanganan bencana harus dilakukan teratur agar semua pihak selalu siap menghadapi bencana.

"Penangggulangan bencana harus holistik termasuk pelatihan bersama pihak lainnya seperti Basarnas," terangnya sembari berharap dengan adanya simulai gempa bumi dan kebakaran dimaksud, tim dapat selalu siaga menghadapi ancaman bencana yang akan terjadi di Sulut. Seluruh stakeholders selalu siap dan sigap jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

“Semoga kita semua lebih meningkatkan lagi kordinasi serta komunikasi. Sehingga saat ada bencana baik itu, gempa, kebakaran maupun bencana alam lainnya, dapat kita atasi bersama-sama,” imbuhnya. (IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 10 Agustus 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional