Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Reses Wenny Lumentut, Warga Tumatantang Tomohon Keluhkan Krisis Air Bersih

Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut saat mengadakan reses. 

Tomohon,  detiKawanua.com - Ratusan warga Kota Tomohon mengaku mengalami krisis air bersih. Ratusan warga ini mengadukan nasib yang telah mereka alami bertahun-tahun ini ke Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi, Wenny Lumentut saat reses II tahun 2018 yang digelar di Kelurahan Tumatantang Kecamatan Tomohon Selatan, Selasa (21/08).

“Pak Wenny, tiap tahunnya kami selalu mengalami krisis air bersih, terlebih setiap bulan Juni hingga Desember. Sebagian warga ada yang punya sumur, tapi lebih sering beraroma belerang. Kami memohon ke pak Wenny Lumentut, kiranya bisa menyampaikan ini ke pihak pemprov Sulut” ujar perwakilan warga Kelurahan Tumantang.

Warga mengungkapkan, krisis air bersih sudah berlangsung setiap tahunnya.

Menurut warga, bertahun-tahun PDAM Kota Tomohon tak kunjung menemukan jawaban untuk mengatasi krisis air bersih. “Kalau kita harus kembali bekerjasama dengan PDAM Minahasa, seharusnya Pemerintah Kota Tomohon harus segera menyikapi,” tegas warga.

Menanggapi keluhan warga, Lumentut berjanji akan memanggil pihak PDAM Kota Tomohon dan PDAM Minahasa. “Untuk masalah air bersih ini, kami DPRD Provinsi Sulut akan menyurat ke Gubernur untuk memanggil Pemkot Tomohon dan Pemkab Minahasa, agar kami bisa duduk bersama PDAM untuk mengatasi krisis air bersih ini,” ujar Ketua DPD partai Gerindra Sulut ini.

Tak hanya masalah air bersih, warga juga mengeluhkan pelebaran jalan Manado – Tomohon yang tak kunjung terealisasi.

Minimnya perhatian pemerintah Provinsi pada sektor pertanian terkait bantuan alat traktor pertanian juga dikeluhkan warga ke Lumentut.

Wenny Lumentut pun berjanji akan menyampaikan langsung keluhan warga ke Komisi terkait dan Pemprov Sulut serta akan mengawal langsung prosesnya.(*)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 22 Agustus 2018

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional