Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Green House Di Minsel MUBASIR, GINO RUMOKOY : " Kerja Asal Jadi ".



Green House Seharga 10,5 M Disorot

MINSEL, detikawanua.com — Dianggap Mubasir dan tidak tepat sasaran oleh masyarakat Proyek yang berbanrol Rp 10,5 Miliar di institusi Sarat Program Pertanian modern ini membuat beberapa anggota dewan tersenyum sinis , Dinas Pertanian ( DisTan ) Minsel dianggap membodohi masyarakat karena selain tak bermanfaat secara nyata bagi masyarakat umum Green House ini hanya menghamburkan uang rakyat

Sorotan yang tak henti tersebut bukan hanya datang dari sebagian masyarakat Minsel, beberapa anggota DPRD minsel turut prihatin dengan Program ini yang konon bisa mensejaktrakan masyarakat.

" saya heran program ini tidak perna dirasakan manfaatnya jangankan itu kesan menghamburkan uang terlihat jelas karena selesai di buat Rumah Hijau atau rumah kacanya hasilnya hanya rumput bukan tanaman yang baik ternyata Dinas Pertanian hanya tanam rumput di dalam inikan lucu "

Hal ini diungkap Anggota DPRD Gino Rumokoy, menurutnya Program Green House mubasir dan hanya menghamburkan uang rakyat , bahkan dirinya mengakui pemanggilan kepada pihak ketiga sebagai pelaksana proyek ini tidak kunjung datang sampai saat ini.

" kami tidak tau siapa yang menjadi pelaksana. Ini boleh dikata proyek siluman dan tidak ada kajian matang, pelaksanaannya asal jadi dan terkesan ada hanya untuk memperkaya diri sendiri, karena manfaatnya tidak jelas. Tidak sesuai yang diharapkan. Sembur Gino

Wakil ketua DPRD Minsel Franky Lelengboto ST saat pembahasan Banggar dan TAPD Minsel beberapa waktu lalu secara tegas menyatakan Pembuatkan Green House harusnya di kaji secara matang dan jangan asal jadi  alias mubasir tidak ada manfaatnya.

Kadis Pertanian Minsel Frans Tilaar pada beberapa waktu yang lalu sempat menyatakan konsep pembuatan Green House untuk memenuhi tuntutan kebutuhan konsumsi pangan agar cukup maka direncanakan pembuatan Green House 60 unit. Terbagi tiga paket, masing-masing 20 unit. “Sudah terbayarkan paket pertama fisik bangunan. Namun, paket kedua dan tiga terkendala karena masalah pengiriman mengingat material impor dari luar negeri. Jadi hanya 4 miliar yang baru dibayarkan. Kita menunggu kajian hukum terkait itu,” jelasnya.seperti dilansir oleh beberapa media lokal diminsel.
( Vandytrisno /**)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 02 Agustus 2018 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional