Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Diduga Pembangunan Plaza Kuliner Belum Kantongi Ijin Tata Ruang


MINSEL, detikawanua.com - Proyek Pembangunan Plaza Kuliner yang di gaungkan Pemerintah kabupaten Minahasa Selatan ( Minsel ) sejak Tahun lalu mulai dilaksanakan pengerjaannya meski menimbulkan pro kontra terkait lokasi pengerjaan yang menurut tokoh-tokoh masyarakat tak seharusnya di lokasi tersebut mengingat tempatnya kecil dengan anggaran berbandrol Rp 2,117,000
Namun tetap saja dilaksanakan oleh pihak ketiga CV.Minsel Jaya Perkasa

Meski Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah ( Bapelitbang ) Minsel belum mengetahui pasti apakah pelaksana tender dalam hal ini Dinas Pariwisata sudah mengantoi ijin atau belum karena sesuai konfirmasi sebelumnya Kepala Bapelitbang Dr.Meydi Maindoka MSi dirinya belum tau kalau ijin Tata Ruang telah terbit untuk kegiatan tersebut.

" saya tidak tau kalau sudah ada ijin Tata Ruang atau belum karena yang keluarkan Ijin tersebut yah.. dari Bappeda Minsel.. Coba tanyakan dulu apakah sudah ada ijin Tata Ruang karena harus ada kajian sebelum keluarkan ijin. ucap Meydi

Kadis pariwisata Minsel Franky Toar mengaku sesuai dengan kajian dari Konsultan dengan berbagai pertimbangan misalnya dampak dan struktur tanah yang bagus ada di lokasi yang sekarang di belakang hotel Sutan Raja

" memang banyak pertimbangan kenapa dilokasi tersebut selain struktur tanah dan dampak air laut ada juga pertimbangan lain seperti Panorama atau keindahan alam terbuka dan wisata kulinernya akan dapat dirasakan jika di lokasi tersebut. Jelas Toar

Lanjut Toar untuk Paving Blok yang di bongkar itu akan di pasang kembali dengan volume yang sama disamping menunggu pengerjaan lanjutan itu selesai pada jalan boulivard tahun ini . jadi tidak akan mengurangi Volume dari pemasangan paving blok.

Sebelumnya tanggapan beragam masyarakat soal Lokasi tersebut baik di Medsos maupun pembicaraan di warung kopi menurut mereka strategi tata kota harusnya dikaji lagi sebab wilayah pemerintahan sebaiknya dipisahkan dengan wilayah perdagangan juga pusat keramaian karena akan menimbulkan dampak yang luarbiasa.
( Vandytrisno )

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 30 Agustus 2018 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional