Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau
Pratinjau

Sukses HARGANAS XXV di Sulut, Salah Satu Buah Karya Gubernur Olly Untuk Keluarga se-Indonesia

Manado, detiKawanua.com - Agenda akbar tahunan nasional untuk keluarga dari pemerintah pusat yakni peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XXV Tahun 2018 yang kali ini Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi tuan rumah, berjalan sukses dihadiri sejumlah Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota, pejabat tinggi negara serta menuai apresiasi besar dari pemerintah pusat dan para 618 peserta Gathering Bina Keluarga Ceria yang berasal dari 34 Provinsi di Indonesia atas segala rangkaian kegiatan dan fasilitas yang disajikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut selaku tuan rumah lokal yang dipusatkan di Kota Manado mulai tanggal 2 hingga puncak acara tanggal 7 Juli 2018, yang kesemuanya itu tidak lepas dari lobi/upaya keras Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, SE untuk wujudkan agenda nasional tersebut diselengarakan di Bumi Nyiur Melambai ini.
Mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan melahirkan generasi muda bangsa yang baik dapat dimulai dari perencanaan keluarga yang baik. Sesuai dengan pepatah “Kalau Terencana, Semua Lebih Mudah,” maka untuk itu, perlu dibiasakan memiliki rencana dalam keluarga, dan biasakan membuat rencana yang baik, jangan begitu tiba masa, baru tiba akal.
Demikian arahan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, pada acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018 di Kawasan Megamas Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (7/7) pagi.

Acara itu dihadiri oleh Menteri PPPA, Yohana Yembise; Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey; Plt, Kepala BKKBN, Sigit Priohutomo; Ketua TP PKK Pusat, Erni Guntarti Tjahjo Kumolo; Ketua TP PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP PKK dr Kartika Devi Kandouw-Tanos para Gubernur, Walikota/Bupati dan individu berprestasi penerima tanda kehormatan dari pemerintah; jajaran Forkompimda Sulut; remaja generasi berencana; jajaran BKKBD se-Indonesia; masyarakat Manado; dan media massa.
Program Keluarga Berencana diketahui sudah ada sejak tahun 1968 – 2018 yang artinya sudah berusia 50 tahun. Namun, masih saja ada yang belum paham arti pentingnya Keluarga Berencana Itu.

“Sampai saat ini masih saja ada yang belum tahu dan paham tentang Keluarga Berencana yang dalam benak pikirannya itu KB adalah alat Kontrasepsi. (Padahal) Keluarga berencana itu adalah Keluarga yang punya rencana untuk masa depan anggota keluarga,” papar Puan.
“Setiap keluarga harus memiliki harapan kepada putra/putrinya – anak-anaknya, agar kedepan bisa hidup dengan baik – benar – mampu menjalankan fungsi-fungsi keluarga dengan baik juga," lanjut Menko PMK.

Demi mewujudkan harapan itu, tambah Menko Puan, perlu makin meneguhkan delapan fungsi keluarga yang ada, mulai dari fungsi agama, kasih sayang, perlindungan, ekonomi, sosial pendidikan, kesehatan reproduksi, sosial budaya, hingga kelestatian lingkungan.
“Bila benar-benar kita hayati, kita lakukan dengan penuh rasa cinta kepada Tuhan yang maha kuasa dan kepada keluarga yang kita cintai, semua itu tidak ada yang sulit,” tandas Menko PMK.

Menko PMK dalam sambutannya juga mengapresiasi keberhasilan Program KB di tanah air yang ditandai dengan banyaknya kampung kumuh yang kini jadi kampung bersih, kampung kreatif, kampung sejahtera, kampung berencana, dan kampung KB.
“Itu semua merupakan ikhtiar nyata yang harus mendapat dukungan masyarakat, pemerintah, dan swasta. Semua itu niatnya – Nawaitunya adalah upaya-upaya peningkatan kualitas hidup manusia yang Indonesia yang birdman pada peningkatan indek Pembangunan Manusia dan SDM,” katanya.

Menko PMK juga turut menyemangati para remaja agar tetap semangat meraih prestasi, menjunjung tinggi martabat keluarga, Bangsa dan Negara. Menko PMK juga mengapresiasi kreativitas GenRe yang ikut menyemarakkan Asian Games 2018 melalui flashmob.
"Itulah yang dinamakan generasi berencana yang disingkat GenRe,” katanya lagi.

Menko PMK pada kesempatan yang sangat akrab ini juga banyak berinteraksi kepada hadirin terutama dari kelompok-kelompok binaan BKKBN sebagai penegasannya bahwa untuk acara semacam ini agar lebih banyak berinteraksi daripada giat seremonial tanpa manfaat sama sekali.

“Saya berharap dalam acara peringatan Harganas nantinya dapat berlangsung akrab seperti ini. Karena dengan suasana seperti ini, rasa kita sebagai satu keluarga besar Indonesia dapat semakin terasa,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Gubernur Olly berterima kasih pada pemerintah pusat yang memberi kepercayaan kepada Sulut menjadi tuan rumah peringatan Harganas XXV. Kata Olly, agenda Harganas diikuti belasan ribu peserta dari seluruh Indonesia.

"Sekitar 13 ribu orang datang ke Sulut untuk mengikuti Harganas. Pertemuan ini adalah silaturahmi nasional. Pilkada serentak belum lama selesai dan dalam acara Harganas ini kita semua dapat berkumpul di Sulut," katanya.

Gubernur Olly juga turut mempromosikan pariwisata Sulut kepada ribuan peserta kegiatan Harganas. Dirinya mengajak para peserta untuk menikmati keindahan panorama alam dan keramahtamahan masyarakat Sulut yang dapat memberikan kesan dan warna tersendiri bagi para peserta kegiatan Harganas.
"Banyak lokasi wisata dan tempat kuliner yang bisa bapak dan ibu datangi di Sulawesi Utara," papar Olly.

Diketahui sejumlah kegiatan telah digelar dalam meramaikan peringatan Harganas tersebut dengan melibatkan semua stakeholder pemerintahan dan swasta.

(Advetorial Biro Pemerintahan OTDA dan Humas Setdaprov Sulut)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 08 Juli 2018 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional