Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau
Pratinjau

Sejumlah Bantuan Tidak Tepat Sasaran, Warga Nilai Instansi Teknis Kurang Pengawasan

Tahuna, detiKawanua.com - Setiap Kabupaten/Kota di indonesia pasti memiliki bantuan baik berasal dari anggaran APBN,APBD Provinsi maupun daerah,tetapi tetap saja bantuan tersebut tak sesuai harapan masyarakat saat akan disalurkan.

Berdasarkan hasil investigasi Wasti Kamurahan ketua LSM Kelomasperak ada salah satu pejabat di kecamatan mendapat bantuan mesin kapal. Padahal masih ada kelompok nelayan yang lebih membutuhkan bantuan tersebut,apalagi Gros Tonase (GT) kapal yang sekarang ini sudah mulai berlayar tidak sesuai dengan kondisi mesin yang mempunyai kekuatan besar. Sehingga terkesan dipaksakan penyerahan mesin tersebut ke pihak pejabat yang dimaksud.

"Buktinya kami mendapat informasi dari mekanik yang memasang mesin kapal itu diletakkan ditengah kapal,sebab jika dipaksakan agak kebelakang. Inikan namanya tak tepat sasaran,sedangkan masih ada kelompok nelayan lain yang mampu mengelolanya dengan baik,"ujar Kamurahan.

Pihaknya sudah pernah menemui pihak Dinas Kelautan dan Perikanan untuk menanyakan hal tersebut dan diakui penyerahan bantuan tersebut sampai sekarang masih menjadi polemik.

"Instansi teknis saja bingung menjawabnya ketika ditanyakan,yang kami dapat jawaban yang berbelit-belit. Seharusnya komitmen pemerintah daerah dalam menyerahkan bantuan untuk masyarakat tanpa tebang pilih harus diterapkan di lapangan. Begitu juga pengawasan harus lebih ditingkatkan tanpa hanya duduk dibelakang meja menerima laporan dari bawahan," tukasnya.

Hal serupa juga diungkapkan beberapa masyarakat Tabukan Utara yang mengeluhkan bantuan pasir batu (Sirtu) untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diterima masyarakat volemenya tak cukup dengan perencanaan. Dan hal tersebut terus terjadi tanpa ada pengawasan yang berarti dari instansi teknis dalam menindaklanjutinya.

"Dalam rancangan sudah jelas sirtu yang akan diserahkan 4 kubik,tetapi yang diterima masyarakat hanya 3 kubik. Inikan praktek-praktek lama yang masih dibudayakan sampai sekarang ini,jadi sudah saatnya pemerintah daerah mengevaluasi kembali kinerja ASN yang membidangi hal ini,agar tidak timbul berbagai opini ke pimpinan daerah," ketus Benny Sasiang salah satu tokoh masyarakat, sembari menyatakan masih ada lagi bantuan -bantuan yang disalahgunakan demi kepentingan kelompok atau pribadi yang terus terjadi di lapangan sekarang ini. (js)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 06 Juli 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional