Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Sambut HUT RI, 908 Penyelam Wanita Siap Pecahkan Rekor MURI di Manado

(dari kiri-kanan) Michael Waleleng, Luly Rudy Sufahriadi, Tri Titi Karnavian dan Ruthie Bambang Waskito.

Manado, detiKawanua.com - Sebanyak 908 penyelam wanita akan berpartisipasi  pada pemecahan rekor menyelam dan pemasangan bendera terpanjang dalam laut Indonesia di Manado, pada 11 Agustus 2018 mendatang. 

Hal ini disampaikan Ketua Wanita Salam Indonesia (WASI) Tri Suswati Karnavian saat acara jumpa pers di Restoran Wahaha Kawasan Megamas Manado, Sabtu (21/07/2018) siang.

"Pesertanya dari kalangan Bhayangkari, Polwan, Wan-TNI, Persit, Jalasenastri, Umum (Komunitas Diving), Mahasiswi. Ada juga yang berasal dari luar negeri, yaitu dari Singapura. Mereka ini yang sudah terdaftar hingga pendaftaran ditutup 6 Juli lalu. Banyak yang antusias mengikuti kegiatan ini, karena meski ditutup, masih ada saja yang ingin mendaftarkan diri," jelas Tri Tito Karnavian, yang juga merupakan Ketua Umum Bhayangkari Pusat. 

"Ini di luar ekspektasi kami, karena target kami hanya akan di ikuti oleh 500 penyelam saja. Para peserta harus wanita berbadan sehat jasmani dan rohani, mempunyai lisensi selam minimal Open Water, serta beberapa persyaratan teknis lainnya,” tambahnya didampingi Wakil Ketua I Bidang Penyelenggaraan Luly Rudy Sufahriadi dan Wakil Ketua II Bidang Rekruitmen Ruthie Bambang Waskito.

Menurut Tri, tujuan digelarnya penyelaman massal ini, antara lain dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-73, menggalakkan olahraga menyelam di kalangan wanita dan masyarakat umum.

"Selain itu, mempromosikan destinasi wisata bawah laut Indonesia, dan turut melestarikan keindahan alam bawah laut Indonesia," terang istri tercinta Kapolri Jenderal Tito Karnavian ini.


Sementara, alasan dipilihnya lokasi Teluk Manado di kawasan Megamas Manado, dikarenakan panitia telah mempertimbangkan banyak hal, mulai dari kemudahan mencapai lokasi dive site, keamanan penyelam, dan efektifnya kegiatan.

“Di Kawasan Megamas lokasinya ada tambatan perahu. Arusnya hanya ada satu arah dan tidak melebihi arus yang mebahayakan penyelam. Selain itu juga, kontur dasar perairannya adalah flat pasir,” jelas Michael Waleleng, perwakilan Event Organizer pada penyelaman massal ini.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk memeriahkan kegiatan itu, akan ada hiburan bagi masyarakat lokal khususnya di Kota Manado. 

"Kami akan mendatangkan artis nasional Arman Maulana dan Virsa Idol, juga akan dihibur oleh lokal artis dari Komunitas Musik Manado," ungkapnya.

"Selain itu juga karena pelaksanaan ini dilaksanakan di pagi hari dan di kawasan Megamas itu ada program Car Free Day, maka kami juga akan mengisi acara dengan Olahraga Senam bersama yang biasa disebut tari Maumere, tari Tobelo dan juga senam Zumba," tandasnya.

(Indra) 

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Sabtu, 21 Juli 2018 , , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional