Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

SKPD Tak Ikut Apel Perdana, Bupati Berikan Sanksi Tegas

Bupati Boltim, Sehan Salim Landjar.

Boltim, detiKawanua.com - Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar SH menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tak ikut apel pagi pada Kamis (21/06).

Dikatakan Bupati, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memegang jabatan esolon II, III dan IV kemudian tidak hadir pada apel perdana mereka dapat sanksi di nonjobkan dari jabatan, "libur panjang untuk ASN sudah berakhir Rabu (20/06), sehingga bagi ASN dan pimpinan SKPD yang tidak ikut apel sudah tentu langsung diberhentikan atau di nonjobkan dari posisi pimpinan SKPD" tegas, Bupati Landjar.

Menurutnya libur atau cuti bersama yang dimulai pada tanggal 11 Juni sampai 20 Juni, dianggap sudah cukup bagi ASN, sehingga dia berharap ketika libur berakhir maka semua ASN wajib masuk kerja seperti hari-hari biasa.

"Semua pegawai SKPD harus masuk kantor dan mengikut apel bersama. namun, jika ada pejabat atau ASN yang sengaja menambah liburnya sendiri maka sanksi bagi pejabat tersebut segera diberlakukan" tandas, Bupati.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Boltim, Robbi Mamonto, mengingatkan kepada ASN agar tidak menambah libur karena, ada sanksi yang menanti bagi ASN yang menambah libur sendiri.

"ASN yang tidak ikut apel pagi, atau tidak masuk kantor sesudah libur panjang akan dikenakan sanksi yakni, pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 50 persen sesuai surat edaran Bupati Boltim Sehan Salim Landjar SH" terang, Robbi.

Tak hanya sanksi pemotongan tunjangan, kata Dia, bisa saja ada sanksi jenis lain berdasarkan juga jenis pelanggarannya "dilihat dari berapa hari mereka menambah libur dan sebagainya, maka ada sanksi lain diberikan" ujarnya

Senada dikatakan Sekretari daerah (Sekda) Boltim, Muhammad Assagaf, bahwa ketika habis masa libur maka sebaiknya ASN Boltim tidak menambah libur sendiri "sanksinya sudah jelas. jadi bagi ASN yang menambah libur tentu, akan ada pemotongan tunjangan sebesar 50 persen" tukas, Assagaf. (Fidh)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 21 Juni 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional