Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Hanya Ada di Indonesia Kata Gubernur Olly, Halal bi Halal Merupakan Bagian Sejarah Berdirinya Indonesia

Manado, detiKawanua.com - Hajatan tahunan yang menjadi tradisi di lingkup Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) yakni Halal bi Halal yang merupakan rangkaian silaturahmi usai perayaan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, pada Senin (25/06) siang tadi berlangsung penuh khidmad dan kekeluargaan di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut.

Ajang silaturahmi yang dihadiri langsung Gubernur, Olly Dondokambey bersama Wakil Gubernur, Steven Kandouw, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Edwin Silangen, Ketua Tim TP PKK Sulut, Rita Dondokambey-Tamuntuan, beserta Wakil Ketua TP PKK, Kartika Devi Kandouw-Tanos, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ivone Silangen Lombok, dan Forkopimda, TNI Polri serta para pejabat Eselon II dan jajaran ASN lingkup Pemprov Sulut, mengambil tema 'Melalui Halal bi Halal 1439 H/Tahun 2018 k
Kita Tingkatkan Kualitas Iman dan Mempererat Silahturahmi, Serta Menjaga Solidaritas Kerukunan Antar Umat Beragama di Sulawesi Utara menuju Sulut Hebat, Karena Torang Samua Ciptaan Tuhan', melalui sambutan Gubernur mengungkapkan makna sejarah didirakannya Bangsa Indonesia yang dimana ada 'benang merah' Halal bi Halal oleh para pendiri bangsa yang tak lain melalui silaturahim.

Sejalan itu Olly juga mengingatkan bahwa potensi yang ada di Bumi Nyiur Melambai ini adalah kerukunan antar umat beragama. Dimana hal itu dapat dilihat dengan dijadikannya Sulawesi Utara sebagai provinsi dengan tingkat toleransi yang paling tinggi.

"Dengan kerukunan beragama yang ada sejak juga kita mulai ada BKSUA pertama tama juga di Sulawesi Utara. Badan kerjasama antar umat beragama bekerja dengan baik sehingga hasilnya apa yang kita rasakan hari ini Kota Manado dan Provinsi Sulawesi Utara dianggap Provinsi dan Kota yang toleransinya tinggi," ujar Gubernur.

Selain itu dijelaskannya pula bahwa perbedaan yang ada, tidak hanya menjadikan semua satu, tapi juga menjadi satu bagian dalam kehidupan di Sulawesi Utara.

"Perbedaan-perbedaan itu menjadi satu bagian dalam kehidupan kita. Jadi, berbeda itu bukan artinya berbeda bahwa memang berbeda, tetapi itu satu dalam perbedaan," terangnya.

Sebelumnya melalui Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut, KH. Abdul Wahab Abdul Gafur mengingatkan bahwa kegiatan Halal bi Halal dimaksud, merupakan silaturahmi yang hanya ada di Indonesia.

"Halal bi Halal merupakan suatu tradisi umat Islam Indonesia. Karena Halal bi Halal pada intinya silaturahmi. Bangsa ini di bangun dasar silaturahmi," terang Kyai H. Abdlul Gafur.

Adapun pada kesempatan itu juga oleh Gubernur telah memberikan sejumlah bantuan langsung kepada panti asuhan dan lansia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Perwakilan BI Sulut, Soekowardojo, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sulut, Tri Chandra Kartika, Ketua DPRD Sulut Andre Angouw, Wakapolda Sulut Brigjen Pol. Johni Asadoma, KASDAM XII Merdeka Brigjen TNI Fajar Setyawan, dan Kabinda Sulut Laksamana TNI AL, Heri Jamhari.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 25 Juni 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional