Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau
Pratinjau

GAGHANA Pimpin Apel Kerja Bersama


Bupati Jabes Ezer Gaghana saat memimpin Apel.

Tahuna, detiKawanua.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe melaksanakan Apel kerja bersama yang dilaksanakan setiap bulan, dirangkaikan dengan Hari Lingkungan Hidup tahun 2018, dengan tema Kendalikan sampah plastik. 

Bupati Jabes Ezar Gaghana SE ME, saat membacakan Sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr Ir Siti Nurbaya Bakar MSc mengatakan, bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa masih diberikan kesempatan dan kekuatan dalam menjalankan pengabdian ditempat tugas kita masing-masing. Saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas upaya semua pihak pemerintah daerah/provinsi, dan kabupaten/kota serta komunitas, organisasi sosial dan provesi serta dunia usaha atas upaya bersama menjaga lingkungan setiap tanggal 5 Juni seperti negara-negara lain di berbagai belahan dunia, kita merayakan hari lingkungan hidup.

"Kita pahami bersama bahwa seperti negara lain, Indonesia dihadapkan pada permasalahan dampak dari peningkatan aktifitas dan kebutuhan manusia, yaitu berupa penumpukan sampah plastik yang hinga kini perlu dilakukan tidak lanjut pengelolaan yang cepat, tepat, dan ramah lingkungan," kata Gaghana.

Lebih lanjut Gaghana menyampaikan, peringatan hari lingkungan hidup tahuna 2018 ini mengangkat tema "Kendalikan sampah plastik", sebagai perwujudan komitmen bersama seluruh pihak dalam upaya mengatasi bahaya sampah plastik diberbagai belahan dunia juga di Indonesia.

"Tema ini mengandung arti motivasi kerja sekuat tenaga untuk mengatasi sampah, juga kerja yang sistematis dalam mengurangi sampah, mengolah sampah dan melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui kegiatan daur ulang atau dikenal dengan istilah 3R (Reduce, Reuse dan Recycle), serta yang terpenting adalah upaya bersama kolaborasi semua pihak pemerintah, masyarakat dan dunia usaha," ungkap Gaghana.

Gaghana menjelaskan, sampai saat ini sekitar 16 persen dari total timbulan sampah secara nasional. Sementara komposisi sampah plastik kota-kota besar seperti Jakarta sekitar 17 persen komposisi sampah plastik menujukan tren meningkat dalam 10 tahun terakhir dari 11 persen tahun 2005 menjadi 15 persen/tahun 2015. Yang menjadi sumber utama sampah plastik berasal dari kemasan (Packaging), makanan dan minuman kemasan (Consumer goods, kantong belanja serta pembungkus barang lainya.

"Dari total timbulan sampah plastik yang telah didaur ulang diperikirakan sekitar 10-15 persen saja, selain itu 60-70 persen ditimbun di TPA dan 15-30 persen belum terkelola dan terbuang ke lingkungan, terutama ke sungai, danau, pantai, dan laut," jelasnya.

Tambanya, guna untuk mengatasi persoalan sampah plastik maka diperlukan kebijakan dan strategi, sehingga tujuan melaksanakan pembangunan bisa berkelanjutan.

"Dengan demikian guna mengatasi persoalan sampah plastik diperlukan kebijakan dan strategi yang tepat seperti sinergi antara perlindungan lingkungan hidup, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial dengan tujuan akhir melaksanakan pembangunan secara berkelanjutan," kuncinya (js)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 21 Juni 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional