Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau

Gandeng UNICEF, Dinkes Manado Kampanyekan Imunisasi MR


Manado, detiKawanua.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bekerja sama dengan UNICEF menggelar pertemuan advokasi dan sosialisasi Imunisasi Measles Rubella (MR) lintas sektor di Kota Manado tahun 2018, Kamis (31/5/2018).

Acara yang dilaksanakan di Hotel Aston Manado ini dibuka oleh Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Manado Micler Lakat yang hadir mewakili Walikota GS Vicky Lumentut (GSVL).

Dalam sambutannya mewakili Walikota GSVL, Lakat menyatakan, bahwa Pemkot Manado berkomitmen penuh mensukseskan kampanye dan pelaksanaan imunisasi MR di Kota Manado. Dimana hal ini merupakan investasi penting terhadap sumber daya manusia untuk menciptakan generasi yang berkualitas, yakni anak indonesia yang sehat, cerdas dan memiliki daya saing tinggi untuk kemajuan bangsa dan daerah ke depannya.

"Pelaksanaan Kampanye MR ini juga adalah momentum bagi pemerintah untuk mengoptimalkan cakupan dan kualitas imunisasi khususnya untuk mengubah wilayah merah dan kuning menjadi hijau atau wilayah yg sebelumnya belum mencapai target sasaran dapat meningkat cakupannya, dan tidak hanya tinggi cakupannya, tetapi jugan merata di setiap wilayah," ujarnya. 

Selain itu, lanjut Lakat, pemerintah meminta kerja sama dan dukungan setiap pihak tanpa terkecuali untuk dapat mensukseskan kampanye MR selama bulan agustus dan september nantinya, terutama untuk memastikan setiap anak mendapatkan imunisasi yang lengkap, dia pun berharap Kota Manado dapat menjadi contoh untuk daerah lainnya.

"Pelaksanaan Kampanye MR ini juga adalah momentum bagi pemerintah untuk mengoptimalkan cakupan dan kualitas imunisasi khususnya untuk mengubah wilayah merah dan kuning menjadi hijau atau wilayah yg sebelumnya belum mencapai target sasaran dapat meningkat cakupannya, dan tidak hanya tinggi cakupannya, tetapi jugan merata di setiap wilayah," tambahnya.


Pertemuan ini dihadiri oleh lintas sektor yang diharapkan dapat bersinergi dengan dinas kesehatan diantaranya dinas pendidikan, dinas sosial, kantor agama, Kodim/Polres, PKK, camat, sekolah, dan kader posyandu yg mewakili setiap wilayah di Kota Manado.

Sementara mewakili Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Utara, dr Steaven Dandel MPH selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, mengatakan, jika mengacu pada laporan cakupan imunisasi (UCI) di setiap desa/kelurahan per kab/kota di prov Sulut tahun 2017 terlihat bahwa Kota Manado, Kota Tomohon, dan Kab Sitaro cakupan imunisasinya sudah 100%. 

"Pemprov Sulut optimis cakupan imunisasi MR bulan agustus-september mendatang juga bisa mencapai 100% atau menjangkau seluruh anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Dengan demikian di tahun 2020 prov Sulut bisa bebas dari Campak dan Rubella," ujarnya.

Tantangan saat ini, menurut Dandel, adalah tingginya cakupan imunisasi sebelumnya seperti di kab. Minahasa dan Minsel ternyata belum menjamin wilayahnya bebas campak. Kondisi tersebut dapat terjadi jika cakupan imunisasi tdk merata di semua kelurahan/desa, kekebalan kelompok/populasi belum terbentuk, oleh karena itu cakupan imunisasi perlu tinggi dan merata di setiap wilayah sasaran.

"Selain itu, masih terdapat kab/kota yang tergolong merah atau belum mencapai target imunisasi yakni kab. Bolaang Mongondow dan kab. Minahasa Tenggara. Di Kab/kota yang cakupan imunisasinya masih rendah rentan untuk terjadi KLB penyakit yg seharusnya dapat dicegah dgn imunisasi," terangnya.


Menurut Dr. dr. Hesty Lestari, Sp.A (K) selaku Komda PP KIPI, penyakit campak umumnya ringan tetapi kadang mematikan, jika tidak dilakukan pencegahan sejak awal dapat menyebabkan anak terkena radang paru, radang otak, kebutaan, diare berat hingga gizi buruk.

"Sementara untuk rubella meski berbahaya tidak selalu menunjukkan tanda-tanda jelas pada anak. Pencegahan penyakit rubella sejak dini dapat menghindarkan gangguan kehamilan, kematian janin, anak lahir cacat, kepala kecil dan gangguan otak, kelainan jantung, kebutaan hingga gangguan pendengaran," jelasnya.

"Campak dan rubella sangat menular dan menyebabkan cacat hingga kematian olehnya itu anak dan keluarga perlu dilindungi dengan mendukung keluarga dan masyarakat di sekitar kita untuk memastikan seluruh anak-anak mendapatkan imunisasi MR di sekolah atau di pos imunisasi terdekat pada bulan agustus dan september 2018," tambahnya.

Senada diungkapkan Konsultan UNICEF, dr Halik Malik, MKM. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang luas dan memiliki karakteristik yang bervariasi di setiap wilayah yang berpengaruh terhadap kebijakan, manajemen dan komunikasi di dalam pelaksanaan Program Kampanye MR ini. Peran pemerintah daerah di tingkat Propinsi, Kab/Kota, hingga ke tingkat desa sangat penting.

"UNICEF ikut memberikan dukungan strategis maupun teknis kepada pemerintah Sulut khususnya dalam pelaksanaan advokasi dan sosialisasi, mobilisasi sosial atau penggerakan masyarakat serta pemantauan dan respon cepat real time ketika ada kendala dalam pelaksanaan kampanye MR," ungkapnya.


Kita optimis propinsi Sulawesi Utara khususnya Kota Manado bisa mencapai 100 persen anak bahkan lebih. Komitmen pemerintah sgt besar untuk suksesnya kampanye Campak Rubella. kegiatan advokasi dan sosialisasi yg dilakukan tdk hanya kepada petugas kesehatan dan masyarakat tetapi juga kepada seluruh sektor dan pihak terkait, pungkasnya. 

Peserta kegiatan Yusuf SIP, yang juga Sekretaris Kecamatan Malalayang, mengapresiasi inisiatif pemerintah untuk melibatkan seluruh pihak dalam mensukseskan kegiatan kampanye MR, pemerintah wilayah siap untuk menyasar setiap anak di sekolah, posyandu, hingga ke rumah-rumah jika diperlukan, setiap anak akan didata kembali nama dan alamatnya, kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan haknya terhadap imunisasi lengkap.

Begitu juga Jeane Ruth. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Manado menambahkan, bahwa pihak sekolah akan menyurat ke setiap orang tua siswa dan mengadakan pertemuan sosialisasi di sekolah tentang pentingnya imunisasi campak dan rubella. Beberapa orang tua siswa yang pernah menolak akan diberi penjelasan terkait kualitas vaksin pemerintah dan manfaat imunisasi untuk masa depan anak.

(Indra) 

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 01 Juni 2018 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional