Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Warga Ambia Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dandes ke Pemkab Talaud

Gumansalangi : Kami Terima dan Akan Segera di Tindak Lanjuti

Talaud, detiKawanua.com - Indikasi penyalah gunaan kewenangan dan pengelolaan dana desa yang dilakukan Ferry Rumegang,  Kepala Desa Ambia, dilaporkan puluhan warganya yang bergabung bersama LSM Laskar Perbatasan Kabupaten Kepulauan Talaud lewat unjuk rasa  damai di depan Kantor Inspektorat Kabupaten Kepulauan Talaud, Selasa (8/5).

Koordinator aksi Ferry V. Tumbal dalam orasinya menyampaikan sejumlah kejanggalan yang terjadi dan diduga dilakukan oleh Kepala Desa Ambia. Kades Ambia diungkapkan telah melakukan pembelian tanah desa seharga Rp.7 juta tetapi dilaporkan pembelian hanya Rp.15 juta. Ada juga pembelian ponton  seharga Rp. 500 ribu, tetapi dilaporkan kepada masyarakat seharga Rp.15 juta dan Rp. 5 juta.

"Kami juga memohon  Dana BUMDes dari tahun 2015 sampai 2017 dipertanggungjawabkan, karena selama ini tidak dipertanggungjawabkan. Kemudian bantuan pemerintah yakni RTLH, oleh kades diberikan kepada keluarganya, termasuk ada keluarganya yang notabene Aparatur Sipil Negara malahan mendapat bantuan pemasangan listrik yang dikhususkan bagi keluarga tidak mampu. Yang terakhir pembuatan drainase dan pagar lapis dua sebagai usulan prioritas diganti dengan pembangunan taman wisata tanpa melalui musyawarah. Kami minta Inspektorat segera memeriksa Kades Ambia," jelas Tumbal diiyakan warga lainnya.

Sementara, Inspektur Inspektorat Kepulauan Talaud Moudy R Gumansalangi yang menerima para pengunjuk rasa, secara singkat menyatakan menerima dan akan segera menindak lanjuti aduan warga. Tetapi  tentunya harus dilaporkan dulu kepada Bupati.

"Kendala saat ini, pegawai Inspektorat sementara menjalankan tugas pemeriksaan. Tetapi hal ini akan segera dilaporkan kepada Bupati, kemudian kami akan berkoordinasi dengan BPM dan Bappeda untuk melakukan pemeriksaan faktual di lapangan, baik aspirasi bapak-ibu maupun klarifikasi yang sudah pernah disampaikan Kepala Desa kepada kami," ujar Gumansalangi.

Para pengunjuk rasa menyatakan menerima tanggapan Inspektur dan melanjutkan aksi damainya di Kantor BPM dengan pengawalan aparat Polres Kepulauan Talaud.

Unjuk rasa ini juga telah mengantongi izin dari Kepolisian lewat Surat Tanda Terima  Pemberitahuan Kepada LSM Laskar Perbatasan Nomor STTP/ YANMAS/ 01/V/2018/ Sat Intelkam tentang Unjuk Rasa Damai dengan maksud dan tujuan penyampaian aspirasi. (RhojakFM)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 08 Mei 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional