Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Terima Rekor MURI Menjamin 35.000 PLA, Gubernur Olly: Semua Ini Demi Daerah dan Masyarakat Sulut

Manado, detiKawanua.com - Kembali mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dalam 2 tahun kepemimpinannya pun terhitung telah mengantongi 2 penghargaan dunia tersebut (MURI) diantaranya yang pertama menjadi guru pengajar 10.000 siswa se-Sulut yang dipusatkan di Kabupaten Minahasa belum lama ini serta yang kedua mampu memberikan perlindungan bagi 35.000 Pekerja Lintas Agama (PLA) se-Sulut yang meliputi para pekerja Agama Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu, Buddha, dan Konghucu melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang telah diserahkan langsung Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto kepada Gubernur Olly yang didampingi Wakil Gubernur, Steven Kandouw di Gedung Manado Convention Centre (MCC), Jumat (11/05).

Susanto dalam keterangannya kepada wartawan bahwa dipilihnya Provinsi Sulawesi Utara sebagai 'Pilot Project' pemberian penghargaan MURI kepada gubernur karena yang utama adalah penilaian pada tingkat toleransi dannkerukunan antar umat beragama sangat tinggi di Sulut sehingga menjadi perhatian Indonesia bahkan dunia.

"Sangat tepat kiranya para pekerja mulia ini mendapatkan perlindungan dalam mengemban misi kemanusiaan dari BPJS Ketenagakerjaan," terangnya, sembari menambahkan bahwa pemberian penghargaan MURI di Sulut merupakan pertama kali terjadi di Indonesia bahkan di dunia.

"Khusus di Sulut ini kami berikan apresiasi luar biasa bagi pemerintah provinsi dan bapak Gubernur dengan para instansi terkait, dimana pembiayaan ini juga dibiayai oleh pemerintah daerah (Pemprov) dan Bank Sulut," ungkap Susanto.

Sementara itu Gubernur Olly Dondokambey menjelaskan pemerintah harus hadir untuk mendukung program perlindungan yang mengedepankan jaminan sosial masyarakat.

"Saya bersyukur karena inisiatif dari perwakilan BPJS Sulut bekerja sama dengan dinas ketenagakerjaan kita sehingga bisa terlaksana hal ini, dan semua ini juga demi masyarakat Suluawesi Utara," terang Gubernur.

"Pemerintah harus ada ditengah-tengah masyarakat dan ini merupakan suatu kemajuan bagi para pekerja agama dalam rangka mengikuti program pemerintah dalam hal asuransi. Nantinya, hal ini akan terus berkelanjutan juga kedepan dan pemerintah akan pastikan semua pekerja lintas agama harus tercover dalam jaminan ketenagkerjaan ini karena mereka juga termasuk pekerja yang mulia khususnya dalam melayani," tandas Olly.

Melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Erni Tumundo mengatakan bahwa untuk iuran ditanggung semua Pemprov Sulut dan telah dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Untuk itu kepada pekerja lintas agama yang belum sempat mendaftarkan diri dalam program perlindungan dari BPJS - TK masih diberi kesempatan untuk segera melapor ke Dinas Tenaga Kerja Daerah Provinsi Sulut," himbaunya.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Sabtu, 12 Mei 2018 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional