Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau

Bukbers Bareng Jurnalis, BPJS Kesehatan Sulutengo dan Malut Sosialisasikan Program

Manado, detiKawanua.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kes) Kedeputian Wilayah, Sulut, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara, bersama Wartawan Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS) dalam kegiatan Media Ghatring sekaligus Silaturahmi Berbuka Puasa Bersama di salah satu hotel di Manado, Kamis (31/05) sore tadi, telah diawali dengan penyampaian dari para pimpinan wilayah BPJS Kesehatan Wilayah Sulutenggo dan Maluku Utara terkait dengan BPJS Kesehatan itu sendiri.

Adapun pada prossesi tanya jawab berlangsung, melalui salah satu pemateri pengurus BPJS Kesehatan di Cabang Manado, Adi Meyery dalam menjawab berbagai saran dan pertanyaan baik seputar persoalan, kendala, hingga solusi dari para wartawan, telah menjawab soal masalah sistem pembayaran BPJS Kesehatan yang diakuinya tidak bisa dihidari jika terjadi namun, bisa dilakukan pembayaran jauh sebelum tanggal 10 (tanggal 10 batas pembayaran) ataupun lewat tanggal 10 (mencoba terus jika lewat denda 45 hari untuk rawat Inap di Rumah Sakit).

"Pertama-tama kenapa harus mengingat-ngingat tanggal pembayaran tanggal 10, karena kalau menunggak selama 1 bulan kena denda 45 hari. Juga peraturan denda 45 hari bukan aturan kebijakan dari BPJS namun dari Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 19/2016," terang Adi.

Sementara itu terkait persoalan gangguan sistem pembayaran di loket-lolet pembayaran yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan (seperti pusat perbelanjaan dan Bank-Bank) yang sering  terjadi, diakui dan dibenarkannya bahwa hal itu disebut dengan sebutan Gamas (Gangguan Masal).

"Itu memang ada dan juga sering terjadi Gamas dan itu berlaku keseluruhan, baik secara lokal dan se-nasional. Gangguan (sistem) bersama itu juga bukan dari BPJS karena BPJS Kesehatan hanya bergandeng pada provider (penyedia jaringan/signal internet) yang menyediakan signal internet. Otomatis jika terjadi gangguan signal internet, pasti sistem juga gangguan," jelasnya.

Diketahui timbulnya pertanyaan persoalan tersebut dikarenakan perlunya sosialisasi dan informasi kepada masyarakat mengetahui jika batas pembayaran tanggal 10 setiap bulannya dan ketika lewat tanggal tersebut hingga 1 bulan lamanya maka, pasien bersangkuta diberlakukan denda 45 hari ketika rawat Inap di rumah sakit.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 31 Mei 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional