Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau
Pratinjau

May Day 1 Mei, OD-SK "Hadiahi" 35.000 Perkerja Lintas Agama di Sulut MoU Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

Manado, detiKawanua.com - Gubernur Sulut, Olly Dondokambey melalui Wakil Gubernur, Steven Kandouw pada puncak peringatan Hari Buruh Internasional Tingkat Provinsi Sulut atau May Day 1 Mei pada siang tadi di Aula Mapalus Kantor Gubernur, telah menandatangani Momerendum of Understanding (MoU) bersama BPJS Ketenagakerjaan perwakilan Sulawesi Utara yang diperuntukkan bagi 35.000 pekerja lintas agama (Islam, Kristen Protestan, Katolik, Advent, Hindu dan Budha) di Sulut.

Dalam sambutan Wagub mengatakan bahwa arahan Gubernur pada setiap pertemuan baersama pelaku-pelaku ekonomi dan asosiasi-asosiasi tenaga kerja di Sulawesi Utara, selalu menegaskan agar jangan pernah terjadi eksploitasi terhadap kaum buruh.

“Sudah bukan eranya lagi dan sudah bukan jamanya lagi upah buruh rendah, itu sudah tidak bisa lagi seperti itu. Yang dimana dalam setiap kesempatan pertemuan dengan para pengusaha itu juga, para pelaku ekonomi selalu meminta agar Pemprov Sulut menahan besaran angka Upah Minimum Provinsi (UMP) di Sulut. Tetapi oleh pak Gubernur sudah mengambil sikap bahwa untuk Sulawesi Utara upah buruh itu lebih tinggi lebih bagus," terang Wagub.

"Keputusan pak Gubernur itu dilandaskan untuk comparative advantage dalam segala overhead apa saja yang ada di Sulawesi Utara boleh di korbankan, tapi jangan komponen upah buruh," jelasnya.

Namun disamping itu menurutnya bahwa upah buruh di Provinsi Sulawesi Utara merupakan terbesar ke tiga di Indonesia (setelah nomor 1 DKI Jakarta dan nomor 2, Papua) dan itu harus berbanding lurus dengan kualitas, etos kerja, semangat dan dengan pengorbanan pekerja.

"Dengan UMP yang nomor tiga terbesar itu berarti kita juga tidak bisa menutup diri untuk didatangi oleh pekerja-pekerja dari luar daerah (masuk ke Sulut) Maka, sudah jadi tugas kita juga untuk 'inwork looking' berkontemplasi untuk memperbaiki kualitas output dan outcome kita,” ujar Kandouw dengan maksud memotivasi para pekerja Sulut untuk selalu bekerja giat dan memperbaiki SDM lebih baik kedepan.

Sementara itu melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut, Erni Tumundo dalam keterangannya mengatakan bahwa peringatan May Day di Tingkat Provinsi Sulawesi Utara kali ini dengan adanya penandatanganan MoU antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Utara itu, menargetkan dua program yakni, program kecelakaan kerja dan kematian.

"Dimana yang terdata ada sebanyak 35.000 pekerja lintas agama di Sulut, dengan penganggarannya sebagian ditanggung dari Corporate Social Responsibility (CSR) BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 500 Juta dan sebagian melalui APBD-P Pemprov Sulut tahun 2018 dengan nominal Rp 2 Miliar. Yang nantinya program ini akan berkelanjutan dan ditargetkan pada tahun 2019 mendatang semua sudah tercover," terang Tumundo.

Adapun melalui Ketua Panitia May Day  yang mengambil tema 'Is a Fun Day 2018' oleh Tommy Sampelan memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Olly dan Wagub Kandouw (OD-SK), yang dimana dengan kesibukan masing-masing yang begitu padat tetap menyempatkan diri dan sangat memperhatikan nasib buruh di Sulut.

“Ini merupakan hal yang membanggakan bagi kami karena dalam pemerintahan provinsi yang sebelumnya itu kami hanya merayakannya sendiri. Tetapi untuk sekarang ini sudah yang ketiga kalinya kami dilibatkan bersama dalam peringatan Hari Buruh dengan melibatkan semua pihak,” ujar Sampelan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten 1 Pemprov Sulut, Edison Humiang beserta sejumlah Pejabat Eselon 2 di lingkup Pemprov Sulut.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 01 Mei 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional