Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Komitmen Kodim 1312/ Talaud Pacu Pengembangan ' Pisang Dollar'

Talaud, detiKawanua.com - Nama Pisang Abaka mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di Tanah Porodisa,sebutan Kabupaten Kepulauan  Talaud.Tanaman  ini mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Dengan  struktur tanah di Kabupaten Talaud maka tanaman ini mudah tumbuh . Ironisnya, belakangan ini pisang yang biasa disebut masyarakat setempat pisang  hote atau rote   sudah mulai hilang ketenarannya dikarenakan masyarakat  mulai jarang membudidayakan tanaman  bernama ilmiah Musa Textilis ini.

Dandim 1312/ Talaud, Letkol ( Arm) Gregorius Eka Setiawan mengatakan, ada beberapa faktor penyebab  atau kendala pengembangan salah satu potensi unggulan daerah i.

"Jalan produksi yang  belum sampai ke lahan perkebunan milik warga, sehingga masyarakat harus menggunakan sungai sebagai sarana membawa batang pisang dari perkebunan,  minimnya alat penyeratan , dan harga yang relatif rendah sehingga belum sesuai dengan tenaga dan cost ( biaya - red)  yang di keluarkan oleh petani menjadi faktor penghambat pengembangan abaka. Serat yang dihasilkan lewat mesin yang ada juga tak sesuai dan tak dapat memenuhi ekspektasi konsumen," ujar Dandim, Jumat (11/5).

Beranjak dari hal di atas, Kodim 1312/Talaud berkomitmen untuk mempopulerkan lagi  Talaud sebagai penghasil  atau produsen bahan baku terbaik pembuat uang kertas dollar ini.Hal ini tercermin dari kegiatan yang dilakukan oleh Koramil 1312-05/Essang lewat pengambilan batang pisang abaka untuk selanjutnya  ditanam di lahan milik Koramil. Kegiatan ini merupakan wujud partisipasi aktif Kodim 1312/Talaud dalam upaya menjadikan  Talaud sebagai penghasil atau produsen abaka.

"Disamping itu kegiatan ini dilakukan untuk kembali merangsang  minat dan memotivasi  petani kembali menanam Abaka. Kodim 1312/Talaud juga akan berusaha untuk mengatasi beberapa kesulitan petani abaka di atas agar kesulitan para petani Abaka dapat teratasi sehingga abaka kembali menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat Talaud," ucap Letkol ( Arm) Gergorius.

Gregorius menambahkan, perlu ada dorongan maksimal dari pemerintah dan stakeholder lainnya untuk mengembangkan tanaman yang dinilai dapat menjadi ikon daerah ini. Dan ini telah dikomunikasikan  dengan Plt Bupati, Petrus Simon Tuange. 

"Prospek serat abaka menjanjikan dalam meningkatkan perekonomian petani dan pendapatan daerah. Hanya saja selain daya beli yang rendah. Hasil serat yang dihasilkan oleh mesin yang ada sebelumnya tidak sesuai spesifikasi permintaan konsumen. Nah, ketika dimodifikasi masyarakat, barulah hasilnya sesuai permintaan. Tapi kapasitas pengolahan  hanya 30 kilogram serat  perhari atau produksinya menjadi lamban. Padahal dibandingkan serat dari Filipina sebagai salah satu produsen dunia. Panjang serat abaka Talaud bisa mencapai 6 meter. Filipina hanya 1, 5 meter," tambahnya.

Terkait akes jalan produksi. TNI AD recananya tahun mendatang akan melaksanakan program  karya  bhakti atau TMMD ( Tentara Manunggal Membangun Desa ). membuka jalan sepanjang kurang lebih 10 km. 

Dalam menggenjot pengembangan, pengolahan hingga pemasarannya. Pemerintah Pusat dan Provinsi juga perlu dilibatkan, begitupun para penanam modal.

Diketahui, harga beli serat pisang abaka didalam daerah perkilonya hanya dihargai 10 ribu rupiah. Sementara di luar daerah dibeli dengan harga 30 ribu rupiah.

Pisang abaka merupakan bahan baku kertas uang dollar terbaik. Di Indonesia, pisang ini tumbuh subur di beranda paling utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tepatnya di Desa Esang, Kecamatan Esang, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut). Abaka juga merupakan bahan baku berbagai kertas yang termasuk dalam security papers seperti memiograph, kantong teh celup, dan tisu. Abaka juga dapat dibuat untuk tali kapal ukuran raksasa yang biasa digunakan Kapal Pelni dn juga karpet kualitas terbaik di dunia. (RhojakFM)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 11 Mei 2018 , ,

0 komentar for "Komitmen Kodim 1312/ Talaud Pacu Pengembangan ' Pisang Dollar'"

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional