Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau

Gunakan Borgol, Kejari Minsel " Ciduk " 2 ASN TSK Di BPBD


MINSEL, detikawanua.com -  Penahanan terhadap 3 Tersangka ( TSK ) kasus pemecah ombak yang di tangani Kejaksaan Negeri Minsel terhadap penyimpangan dalam pekerjaan Proyek Tanggap darurat tembok pantai ranoyapo akhirnya lengkap sudah

Sejak penangkapan TSK CYAABW oknum direktur penyedia barang dan jasa pada PT bangun minahasa pratama proyek Tanggap Bencana di Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) MINSEL secara berurutan saat ini telah di tahan  2 TSK masing-masing sebagai  Aparatur Sipil Negara ( ASN ) yaitu HNJK sebagai ASN Pemkab Minsel , SYP juga ASN Pemkab Minsel.

Berbeda dengan TSK CYAABW yang ditahan atas usaha pengintaian karena sudah 3 kali pemanggilan tidak perna datang akhirnya berdasarkan surat penangkapan bernomor 723/R117/05/18. bekerja sama dengan Polres Minsel menangkap TSK di kediamannya tanggal 23 mei tepatnya jam 11 wita di lingkungan tiga kelurahan tikala kecamatan wenang manado.

Namun Kali ini tidak menunggu lama atas penyidikan kejaksaan Negeri Minahasa Selatan di Amurang telah memanggil dalam pemeriksaan 2 TSK tersebut sekitar pukul 12.00 wita hingga sekitar pukul 17.00 wita dan akhirnya kedua TSK langsung ditahan dengan masih mengenakkan Pakaian ASNnya

" ia penahanan ini telah dilakukan atas hasil Penyidikan dan Pemeriksaan hari ini dan penahanan ini dilakukan karena mengantisipasi agar tidak menghilangkan barang bukti dan atau melarikan diri karena sudah 3 kali dipanggil tidak perna datang. maka sesuai dengan KUHAP ada 20 hari penahanan dan ini ditahan secara terpisah yang kemarin TSK Direktur CYAABW di rutan Amurang hari ini 2  TSK juga berbeda-beda yang HNJK di Tondano dan SYP di manado. ungkap Kepala Kejari Minsel Lambok Sidabutar SH MH

Dikatakan Lambok institusinya akan terus mengembangkan kasus ini dan bisa saja ada tersangka baru karena ada satu kegiatan yang Rekanannya berbeda bahkan menurut Lambok Dirinya bersama instusi yang dipimpinnya nyakin Ada kesalahan dalam kasus ini sesuai dengan Berkas yang sudah 80 persen maka sedikit waktu lagi berkas siap dilimpahkan ke Pengadilan.
( Vandytrisno )

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 30 Mei 2018 , , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional