Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau

Cabe Dinilai Merangkak Naik, Ramlah : Pengawasan Harga Sembako Terus Dilakukan

Kepala Disperindagkop UKM Boltim, Ramlah Mokodompis.

Boltim, detiKawanua.com - Dinas perindustrian perdagangan dan koperasi UKM (Disperindagkop UKM) kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), terus melakukan pengawasan serta pantauan menyangkut stabilnya harga Sembilan bahan pokok (Sembako) di pasar, guna kebutuhan warga.

Seperti dikatakan kepala Disperindagkop UKM Boltim, Ramlah Mokodompis bahwa, pihaknya hingga saat ini terus lakukan pantauan harga sembako dan pengawasan diseluruh pasar yang ada d Boltim.

"Semenjak awal bulan ramadhan (puasa) kita melakukan pengawasan pantauan harga Sembako dipasaran sampai sekarang," terangnya.

Lanjutnya, beberapa hari kemarin, kata Ramlah, ditemui harga pasaran cabe (rica-red) sedkit melonjak dari harga sebelumya yakni Rp 30 ribu per kilogram naik menjadi Rp 50 ribu per kilogram. juga harga telur ayam Rp 1500 per biji, naik menjadi Rp 2000 per biji. tetapi untuk harga Sembako lainya masih normal dan stabil.

"iya ada kenaikan harga cabe dan telur ayam. sedangkan, Sembako lainnya masih stabil," jelas Ramlah saat disambangi diruang kerjanya.

Namun bagitu, kita optimis hingga hari Raya Idul Fitri (lebaran-red) mendatang, harga cabe dan telur ayam akan stabil, dan tak ada lonjakan harga Sembalo lainnya. kita juga ada tim pengawas harga serta barang kadaluarsa.

"Sejauh ini kita belum menemukan barang kadalauarsa. pun begitu, selalu awasi setiap minggu. kita masih optimis, harga untuk Sembako masih stabil hingga lebaran nanti," ucapnya.

Jumlah pasar di Boltim ada 6. yang sudah beroperasi itu ada 4 pasar. sedangkan 2 pasar yakni, pasar Motongkad dan pasar Tutuyan belum beroperasi, "pasar Tutuyan dan Motongkad belum beroperasi, disebabkan sarana penunjang terutama air dan lampu belum ada. namun begitu, kita upayakan tahun  ini kedua pasar dimaksud akan beroperasi," kata Ramlah, Rabu (30/05) siang tadi.

Dihimbau kepada produsen cabe dan tomat agak tidak menjual ke luar daerah. karena daerah kita juga membutuhkan, guna kebutuhan para warga konsumen.

"Saya imbau agar tidak menjual cabe dan tomat ke laur daerah. kita juga membutuhkan," imbaunya. (Fidh)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 30 Mei 2018 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional