Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

BPS Merilis Angka Kemiskinan di Sulut Dalam Dua Tahun Kepemimpinan OD-SK Maksimal se-Sulawesi

Manado, detiKawanua.com - Dimasa era kepemimpinan dari Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur, Steven Kandouw (OD-SK) yang kini telah melewati 2 Tahun kepemimpinan, tercata dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut bahwa angka penurunan kemiskinan di Provinsi Sulut merosot tajam. Dimana perbandingan diambil sejak tahun 2015 lalu angka kemiskinan tembus hingga 8,98 persen dengan selang dua tahun kemudian hingga tahun 2017, angka kemiskinan menurun hingga 7,9 persen.

Kepala BPS Sulut, Moh. Edy Mahmud dalam kegiatan Rapat Koordinasi Penguatan Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial yang digelar Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sulut, Kamis (24/05) di ruang rapat Tumbelaka Kantor Gubernur Sulut, mengungkapkan bahwa kondisi adanya penurunan angka kemiskinan (hingga tahun 2017 lalu) yang terjadi di Sulut sangat luar biasa.

"Problem kemiskinan pencapaian di bawah lima 0,5 persen sudah betul-betul sangat maximal. BPS menghitung kemiskinan melalui mendata berdasarkan konsumsi makanan dan non makanan. Penurunan angka kemiskinan di Sulut ini paling rendah dan maximal di seluruh Sulawesi," ungkap Edy seraya menjelaskan bahwa kemiskinan yang ada di daerah Sulut terdapat pada lokasi pedesaan.

Sementara itu Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw saat membuka kegiatan rakor tersebut menyatakan untuk penanggulangan kemiskinan, oleh Pemprov Sulut melalui tim kerja terus melakukan identifikasi dan koordinasi warga miskin di Sulut.

"Selain itu, jenis penetrasi masing-masing kabupaten/kota dalam merespon permasalahan kemiskinan di wilayah masing-masing. Secara de facto kabupaten/kota belum mampu menghadapi permasaalahan kemiskinan tersebut. Jadi memang harus selalu berkoordinasi dengan Pemprov," ujar Kandouw.

Sementara itu melalui Kepala Biro Kesra Sulut, Kartika Devi Kandouw-Tanos mengatakan, bahwa kegiatan ini selain sebagai bentuk upaya Pemprov Sulut bersama pihak terkait dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, juga sekaligus untuk menunjang program Pemprov Sulut yang dikenal sebagai Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).

(IsJo/RL)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 24 Mei 2018

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional