Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau

12 Juni Tol Laut Masuk Talaud, 20 Kontainer Bakal Diturunkan

Talaud, detiKawanua.com - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan  Kabupaten Kepulauan Talaud, Habel Salombe mengatakan, sesuai jadwal pada 12  Juni mendatang Kapal Tol Laut akan masuk ke Talaud. Tol Laut ini telah memuat 20 kontainer berisikan barang yang telah dipesan atau diorder pengusaha di Talaud, seperti  di Lirung, Melonguane dan Beo untuk selanjutnya dijual kepada masyarakat.

Kapal yang saat ini masih berada di Surabaya akan berlayar ke Sulut dan singgah di Bitung - Tagulandang - Biaro - Tahuna  - Lirung -  Melonguane - Karatung - Miangas.

"Jadwalnya tanggal 12 masuk Talaud. Tapi tak mungkin masuk Miangas karena tak ada orderan. Jadi saya sampaikan ke Pak Kakanpel  cukup masuk Lirung dan Melonguane. Karena ini bukan kapal barang. Jadi Tenaga Kerja Bongkar Muat ( TKBM)  atau buruh bagasi tidak boleh meminta ongkos terlalu mahal karena ini bukan kapal barang swasta . Ini kapal bongkar muat  khusus yang bersubsidi yang sesuai ketentuan sedianya tidak berbiaya. Alat dan barang turun, langsung dijemput pengusaha," ujar Kadisperindag, Senin (28/5).

Sesuai Keppres nomor 71 dan diatur  Permendagri yang dimuat dibawa di Tol laut adalah bahan pokok, seperti beras, minyak kelapa, terigu gula. Ada juga barang penting lain seperti besi, semen dan lain sebagainya.

"Barang yang dijual disini akan kami awasi harganya. Sekarang sudah ada 12 pengusaha yang mengorder barang. Mereka telah mendapatkan rekomendasi yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan lewat usulan kami. Tapi ada pakta integritas atau ketentuan mereka tidak boleh menaikan harga seenaknya, dan mengutamakan menjual kebutuhan pokok masyarakat,sesuai daya beli. Daftar harga barang kita pegang dan hitung,"  kata Salombe.

Dengan harga barang yang murah Ia menilai daya beli masyarakat akan meningkat dan meningkatkan kesejahteraan. Nantinya juga masyarakat dapat menjual komoditi unggulan seperti Kopra dan Pala untuk dijual ke Surabaya atau tempat lainnya melalui tol laut. (RhojakFM)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 28 Mei 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional