Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau
Pratinjau

Ulaan : Saya Siap Membela Korban Sampai Tuntas

Diduga Karna Pana Asmara, Motif Penganiayaan AT Terhadap SK

Terduga Kasus Penganiayaan, AT.

Tahuna, detiKawanua.com - Hingga sampai saat ini kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum anggota DPRD Sangihe dari Partai Nasdem berinisial AT alias Ansye terus berlanjut di pihak penyidik Polres Sangihe, namun motif penganiayaan terhadap korban Sinta Kainage (23) warga Kampung Kawaluso Kecamatan Kendahe masih simpang siur.

Dari penuturan korban ketika bersua dengan sejumlah awak media menyebutkan sebelum kasus penganiayaan itu terjadi, tepatnya antara pertengahan dan penghujung tahun 2017 lalu dirinya sempat "disandera" oleh tersangka.

"Waktu itu saya sedang mengikuti salah satu ivent pertandingan bola volly di seputaran Kelurahan Tidore Kecamatan Tahuna Timur, tepatnya di kawasan Boulevard Tidore Bawah. Dimana saat itu tersangka memanggil saya", kata korban.

Namun panggilan tersebut justru mengarah pada intervensi hingga ancaman tersangka kepada saya.

"Dimana saya dipanggil paksa masuk mobil tersangka dan langsung di intervensi tersangka sekaligus diancam agar tidak lagi berhubungan atau pacaran dengan lelaki berinisial J alias Jerry yang tinggal di rumah tersangka", kata Korban kembali.

Lanjut Kainage menyatakan dirinya bingung sebab Jerry yang tinggal dirumah tersangka adalah anggota kepolisian yang masih berstatus jomblo. "Lantas kenapa saya harus ditekan untuk tidak menjalin cinta dengan Jerry padahal kami sudah menjalin cinta", jelas Kainage dengan rada tanya.

"Dan untuk penganiayaan yang terjadi ini juga akibat hubungan saya dengan Jerry. Apakah wajar yang bersangkutan menganiaya saya hanya karen saya menjalin hubungan dengan Jerry yang juga masih berstatus jomblo", imbuhnya sambil berharap aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini.

Sementara itu pengacara kawakan Sangihe Henry E Ulaan SE menyatakan ia akan siap membela korban dalam penyelesaian perkara hukum. Menurut dia, korban layak dibela, karena terduga berdasarkan keterangan saksi telah melakukan perbuatan yang tidak mengindahkan masyarakat di tempat itu.

"Saya akan siap membela korban, karena terduga AT telah masuk ke rumah warga tampa mengindahkan pemilik rumah, selain itu dia juga telah melakukan pengrusakan, penganiayaan serta merampas hp milik korban dan berupaya membuat tindakan provokasi", tegas Ulaan.

Terkait dengan dugaan pelaporan balik oleh oknum AT, Ulaan mengatakan, itu hak dia. Dan korbanpun punya hak untuk melapor. "Kalau dia melapor juga, silahkan! Itu hak dia. Korbanpun juga punya hak untuk melapor. Dan saya yang akan membela korban", tegas Ulaan. (js)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 19 April 2018 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional