Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

ROI SUMANGKUT : HASIL LAB BTKL-PP SUDAH SESUAI PROSEDUR PENGAMBILAN SAMPLE


MINSEL - detikawanua.com - Pengumuman Hasil Uji Laboratoriom Balai Teknik Kesehatan Lingkungan - Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Minahasa Selatan Jumat (20/4/2018) kemarin dalam  press Confrence dengan para wartawan biro Minsel, yang dilaksanakan di RM Hello 88, kompleks Pantai Alar Amurang.

Dalam Acara tersebut DLH Minsel  menyampaikan hasil Test laboratorium sesuai dengan upaya pengumpulan data dan fakta terkait pemeriksaan sampel yang diambil dari sungai Tongop, beberapa waktu lalu.

Karena pada beberapa waktu lalu ada laporan masyarakat, melalui media sosial mengenai kematian ikan-ikan yang ada disungai tersebut, yang diduga akibat pencemaran sungai, yakni pembuangan limbah dari PT Global Coconut yang berlokasi di desa Radey kecamatan Tenga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Minsel, Roi Sumangkut yang didampingi beberapa kepala bidang termasuk kepala bidang LB3, yang memimpin langsung press Confrence, menjelaskan bahwa kematian ikan-ikan yang ada disungai tersebut, tidak diakibatkan oleh limbah buangan dari Perusahaan tepung kelapa PT global Coconut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium pada tanggal 27 Maret 2018,bahwa ikan ikan yang mati di sungai tersebut tidak di akibatkan oleh limbah buangan dari perusahaan tersebut (PT GLOBAL COCONUT),kata Sumangkut.

Ia pun menyampaikan beberapa klasifikasi pencemaran sungai seperti Pencemaran yang diakibatkan oleh Limbah perumahan (rumah tangga), limbah pertanian, dan limbah industri, dan umumnya sungai yang ada di Minsel, dan bermuara ke teluk Amurang sudah tercemar namun dalam standar dan kadar yang berbeda-beda.

“Kami akan tetap melakukan pengawasan terhadap PT Global bahkan semua perusahaan yang ada di Minahasa Selatan tetap dilakukan pengawasan, dan bahkan dalam setiap triwulan perusahaan memasukan laporan kepada DLH Minsel.

"dan apabila ada perusahaan yang tidak taat dengan aturan, DLH Minsel langsung memberikan teguran dengan batas waktu yang ditentukan,apabila sampai batas waktu yang diberikan tidak ada perbaikan, nantinya akan ada tindakan selanjutnya dari DLH Minsel bahkan juga DLH Provinsi.” jelas Sumangkut.

Ditambahkannya pula bahwa pengujian sampel yang diambil dari sungai tersebut dilakukan oleh Laboratorium yang terakreditasi, yakni Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) ucap sumangkut.
( Vandytrisno/** )

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 27 April 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional