Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Penanganan Air Bersih Dan Sanitasi, Bupati : Peran Sangadi Sangat Penting

Bupati Boltim membuka sosialisasi Pamsimas III Tahun 2019.

Boltim, detiKawanua.com - Kebutuhan pokok masyarakat pada air bersih dan kelayakan sanitasi harus clear dan clean tahun 2019, sebagaimana target pemerintah dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. 

Demikian disampaikan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar SH, saat membuka Sosialisasi Pamsimas III Tahun 2019 dan kick off meeting pemutakhiran dokumen strategi sanitasi kabupaten Program Percepatan Sanitasi Pemukiman (PPSP) tahun 2018, di Kantor Bupati Boltim, pada Kamis (26/04).

"Boltim sesuai data yang ada, cakupan air bersih baru 63,79% dan sanitasi 58%. Pelaksanaan program penyediaan air minum dan sanitasi tahun 2017 itu baru ada 7 desa. Alhamdulillah tahun 2018 ketambahan 12 desa sehingga totalnya menjadi 19 desa," kata Bupati.

Bupati juga menuturkan, salah-satu indikator suksesnya pembangunan di desa adalah masalah ketersediaan/ kecukupan air bersih dan sanitasi, sebagaimana dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah juga disebutkan pelayanan air bersih dan sanitasi  adalah urusan wajib pemerintah.

"Ini urusan wajib kita. Kepala desa (Sangadi-red) jangan selalu berpikir jalan kebun dan jalan rabat, yang utama itu air bersih dan sanitasi, MCK, saluran air terutama terhadap limbah rumah tangga karena itu sumber kesehatan dan sumber kecerdasan kita," tegasnya.

Lebih jauh Bupati menyentil soal, pentingnya peran Sangadi dan masyarakat dalam penanganan masalah ketersediaan air bersih dan sanitasi. Karena jauh sebelumnya juga sudah dituangkan dalam program Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yaitu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

"Saya berharap, pemerintah desa melakukan inovasi sehingga masyarakat terlibat langsung pada penanganan ketersediaan air bersih dan pengolahan limbah, jangan sampai itu menjadi sumber permasalahan," tandas Bupati.

Terkait penganggaran dalam penanganan kedua persoalan itu, Bupati menjelaskan tidak harus bertumpu pada Dana Alokasi Khusus (DAK) sebab, Alokasi Dana Desa (ADD) bisa digunakan untuk memperbaiki MCK dan saluran air.

"Kalau kita lakukan tahun ini, 2019 bisa 100% seperti target pemerintah pusat pada RPJMN," ujar Bupati. (Fidh)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 27 April 2018 , ,

0 komentar for "Penanganan Air Bersih Dan Sanitasi, Bupati : Peran Sangadi Sangat Penting"

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional