Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau
Pratinjau

Pelaksanaan UNBK Minim Fasilitas Pendukung, Yusri Berharap Kedepan Tanpa Ada Kekurangan Lagi

Kepala Dikbud Boltim, Yusril Damopolii saat pembukaan pelaksanaan UNBK.

Boltim, detiKawanua.com - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupeten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), dipantau langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, melalui teleconference, Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Boltim, Yusri Damopolii pada pembukaan pelaksanaan UNBK di SMA Negeri 1 Kotabunan pada Senin 9/04).

Didampingi Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kotabunan Drs. J Okay, Kepala Dinas Yusri Damopolii, melaporkan pelaksanaan UNBK melalui Teleconference. "Bapak Gubernur menanyakan kesiapan pelaksanaan UNBK, dan berharap semua sekolah sudah bisa melaksanakan UNBK, seperti harapan Menteri Pendidikan Nasional," ucap Yusri, menyampaikan pesan yang dikatakan oleh Gubernur Olly Dondokambey via teleconference.

Lanjut Yusri mengatakan, di Boltim ada 6 Sekolah yang melaksanakan UNBK dan 1 masih menggunakan Ujian Nasional  Berbasis Pensil dan Kertas, "ada 6 Sekolah yang melaksanakan UNBK. Dan 1 masih menggunakan UNPK. Jumlah peserta UNBK di Boltim ada 278 Siswa," terangnya.

Sedangkan, dalam pelaksanaan UNBK tahun ini, Yusri mengakui masih ada kekurangan fasilitas seperti Komputer, "dari 6 SMA yang melaksanakan UNBK, ada 3 yang melaksanakan secara mandiri, dan sisanya masih di gabung dengan sekolah yang memiliki fasilitas. Pemerintah Kabupaten, telah membantu kelengkapan fasilitas komputer untuk pelaksanaan UNBK, dengan sistem pinjam pakai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP)," jelas Dia.

Selain itu, Dirinya mengatakan untuk sekolah yang ada di bawah naungan Kementerian Agama, belum melaksanakan UNBK karena, belum memiliki fasilitas Komputer, "untuk sekolah di bawah naungan Kemenag, masih melaksanakan ujian menggunakan UNPK. Sebab, keterbatasan fasilitas, mungkin faktor ketersediaan anggaran dari Kemenag," katanya

Pelaksanaan UNBK untuk SMA berlangsung selama 4 hari. Meski masih ada kekurangan pada tahun ini, Yusri berharap ini menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan UNBK tahun 2019.

"Dengan kekurangan fasilitas pendukung pelaksanaan UNBK tahun ini, diharapkan menjadi bahan evaluasi agar, 2019 UNBK sudah dilaksanakan tanpa ada kekurangan lagi. Dan saya sudah menyampaikan kekurangan Pelaksanaan UNBK ke Gubernur melalui WhatsApp," tutur Yusri. (Fidh)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 09 April 2018 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional