Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau
Pratinjau

Momentum AEYA Oleh Menteri Yasona dan Gubernur Olly Ajak Hindari Isu dan Hoax

Minahasa, detiKawanua.com - Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) RI, Yasona Laoly ketika bersama Gubernur Sulut, Olly Dondokambey saat menghadiri kegiatan Perayaan Paskah Asia 2018 di Tondano Kabupaten Minahasa pada Minggu (08/04), menghimbau kepada masyarakat khususnya di Provinsi Sulawesi Utara, berkaitan dengan momen internasional (Asian Ecumenical Youth Assembly - AEYA)  dan dalam menghadapi pelaksanaan pesta demokrasi/Pilkada Serentak 2018 hingga Pemilu 2019 nanti, untuk mewaspadai dan menghindari penyebaran berita HOAX atau isu-isu SARA.

"Harus bijak dalam menanggapi isu-isu, tidak mengeksploitasi isu SARA apalagi berita HOAX yang dapat memecah belah NKRI," himbau Menteri Yasona.

Adapun jika isu-isu bersifat primordialisme itu dikedepankan, menurutnya akan berdampak pada tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tidak mengeskploitasi isu SARA karena itu sangat berbahaya dalam kesatuan bangsa. Bersainglah secara sehat dengan tawarkan program, prestasi dan rekam jejak, itu saja,” ujarnya.

Senada itu melalui Gubernur Olly Dondokambey pun mengungkapkan dalam pesta demokrasi ataupun tahun politik sekarang ini diakuinya masyarakat banyak sering juga disuguhi dengan pemberitaan (sumber) berita tidak benar atau hoax. 

"Berita bohong tersebut sangat meresahkan masyarakat. Oleh karenanya saya meminta masyarakat agar lebih dewasa ketika dalam menerima berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan (sumber jelas)," kata Olly, sembari menegaskan bahwa berita bohong itu sama dengan fitnah. Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, dikarenakan fitnah dapat membunuh seseorang secara perlahan-lahan.

"Itulah yang harus diwaspadai masyarakat terutaman generasi muda,” ingat Gubernur seraya bersama Menteri Yasona berharap masyarakat tetap dewasa dalam bersikap sehingga tidak terpengaruh akan informasi-informasi menyesatkan yang bahkan menggangu persatuan dan kesatuan NKRI yang selama ini sudah terbina dengan baik.

Diketahui iven internasional yang akan berlangsung hingga tanggal 13 April nanti yang dipusatkan di Sulut itu, menghadirkan Pimpinan Pemuda Kristen dari sejumlah Gereja di 17 Negara yang masuk Anggota Dewan Gereja Asia. Presiden Christian Conference of Asia (CCA) Pdt WTP Simarmata MA, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, Pdt.  Henriette Tabita Lebang, M.Th, The first Youth Secretary of CCA Bishop Dr. Soritua A.E. Nababan, Dubes RI untuk Serbia Montenegro Bapak Harry James Kandouw, Ketua Sinode GMIM Pdt. Hein Arina, Wagub Sulut, Steven Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen, Ketua TP PKK Sulut selaku Ketua Umum Panitia Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat selaku Wakil Ketua Umum Panitia Kartika Devi Kandouw-Tanos, para pejabat Pemprov Sulut, para peserta AEYA dan juga dimeriahkan oleh juara Indonesia Idol 2004 dan 2016 Joy Tobing dan Regina.


(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 09 April 2018 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional