Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Liow Fokus Dalam Pemerataan Pembangunan di Sulut, Seperti Ini Ungkapannya

Manado, detiKawanua.com - Hadir ditengah-tengah insan pers pada Selasa (24/04) sore tadi dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang mengambil tema 'Arah dan Tahapan Pembangunan Bidang Pemerataan Pembangunan' bertempat di Gedung DPD RI Provinsi Sulut di Manado, oleh anggota DPD RI/MPR RI, Stefanus BAN Liow pun mengungkapkan bahwa terkait dengan kegiatan tersebut, ingin mendengarkan secara langsung dan menyerap masukan aspirasi masyarakat di Sulawesi Utara, terutama melalui para kuli tinta dikarenakan kendala dan masalah masyarakat dilapangan itu diketahui oleh persis oleh wartawan yang juga merupakan bagian dari masyarakat dan sehari-hari melakukan tugas peliputan serta berhadapan langsung dengan situasi masyarakat.

"Kedepan akan ada lagi tentang tema ekonomi berkelanjutan. Sekedar diketahui bahwa DPD RI juga sudah merampungkan UU inisiatif tentang daerah kepulauan. Pembangunan infrastruktur itu harus merata, berkesinambungan, berkeadilan, serta pembangunan sebagai prioritas," terang Liow, sembari menambahkan dirinya besok akan melangsungkan jadwal serupa ke Kota Bitung.

Disisi lain dalam persoalan dirinya kembali akan mengikuti proses pemilihan anggota DPD RI 2019 nanti, Senator Liow mengungkapkan bahwa sudah ada 3.137 KTP lengkap dari Kabupaten Kota yang diterima datanya namun, masih banyak pula yang belum terinput.

"Yang masuk baru 20 ribuan, terbesar/terbanyak itu dari Kota Manado, kemudian Tomohon, Sangihe, Minsel dan Kotamobagu," ungkapnya.

Dimana disamping itu juga Liow enggan mengungkapkan alasan kenapa dirinya tidak menerima atau mengikuti jalur partai politik yang notabenenya banyak partai yang menawarkan kepada dirinya, namun lebih memilih kembali lewat jalur Independen.

"Jadi saya dari dulu mencintai apa yang namanya Pers karena saya juga pernah menjadi bagian dari Pers," sambungnya.

Sementara itu melalui Narasumber, Charles Tangkau mengatakan bahwa pada kesimpulannya, pembangunan bukanlah konsep statis melainkan harus diartikan secara dinamis sebagainsuatu kegiatan tanpa akhir dengan memiliki proses perubahan sosial budaya.
oleh sebab itu pembngunan harus menjadi serangkaian kegiatan tanpa batas. arah kegiatan pembangunan diserahkan kepada kekuatan masyarakat sendiri.

"Diharapakan, diperlukan perencanaan yang akurat dan diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang cenderung dinamis. Pelibatan/parsitipasi masyarakat dalam perumusan perencanaan pembangunan intinya juga pula harus mensejahterakan rakyat," terang Charles.

Hadir dalam RPD itu diantaranya, Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS), Forward (DPRD Sulut), dan JIMS (Kota Manado).



(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 24 April 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional